Dana Posyandu Naik Hampir 200%

CIREBON, (PRLM).- Dana stimulan untuk kegiatan ratusan pos pelayanan terpadu (posyandu) tahun 2013 di Kota Cirebon naik hampir 200 persen. Dana stimulan untuk posyandu tahun 2013 sebesar Rp 390 juta, dari yang hanya Rp 145 juta pada tahun 2012 lalu.

Kenaikan cukup signifikan tersebut, kata dr Sri Laelan Erwani, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan setempat, untuk merevitalisasi fungsi dan manfaat posyandu, yang saat ini cenderung mulai dilupakan keberadaannya.
"Kenaikan dana tersebut juga untuk merangsang, posyandu yang tidak aktif untuk kembali aktif," katanya Jumat (4/1/2013).

Menurut Laelan, mulai tahun 2013, dana stimulan setiap posyandu dinaikan dari Rp 50.000 per bulan, menjadi Rp 100.000 per bulang. Kalau dihitung perbulan, katanya, kenaikan hanya 100 persen. Namun kalau dihitung dalam setahun, kenaikan hampir 300 persen. "Tahun-tahun kemarin kan kegiatan posyandu hanya dihitung 9 bulan dalam setahun. Sehingga dalam setahun satu posyandu mendapat Rp 450.000. Mulai tahun ini, setahun dihitung penuh 12 bulan, sehingga satu posyandu mendapat Rp 1.200.000," katanya.

Saat ini jumlah posyandu di Kota Cirebon sebanyak 325 posyandu, bertambah 3 posyandu dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain posyandu, kenaikan dana stimulan juga diberikan kepada pos pembinaan terpadu (posbindu) yang diperuntukan bagi manusia usia lanjut (lansia). "Seperti posyandu yang diperuntukan bagi balita, posbindu juga memberikan layanan kesehatan dan pembinaan kepada lansia," ujarnya.

Dana stimulan untuk posbindu naik dari yang semula Rp 30.000 per bulan, menjadi Rp 50.000 per bulan. "Tahun ini jumlah dana untuk posbindu sebesar Rp 92,4 juta untuk 220 posbindu. Naik dari yang semula Rp 58,2 juta untuk 185 posbindu pada tahun 2012 lalu," katanya.

Hestin kader Posyandu RW 2 Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti mengungkapkan kegembiraannya atas penambahan dana tersebut. Meski masih belum mencukupi untuk membiayai semua kegiatan posyandu, penambahan tersebut menurutnya, patut disyukuri.

Menurut dia, selama ini untuk membiayai kegiatan posyandu, masih mengandalkan dari swadaya masyarakat melalui uang kas yang dimiliki RW setempat. "Dana stimulan sebesar Rp 50.000 yang biasa kami terima, masih jauh dari mencukupi. Kalau tahun ini ditambah menjadi Rp 100.000, kami pasti bersyukur, meski masih belum bisa membiayai semua kegiatan," ujarnya.

Anggota DPRD Kota Cirebon Cecep Suhardiman, menyatakan, kenaikan dana stimulan posyandu memang didorong oleh dewan, menyusul banyaknya masukan dari warga soal kecilnya dana stimulan untuk posyandu. "Setiap kali kami melakukan reses, salah satu masukan adalah permintaan kenaikan dana stimulan untuk posyandu," katanya. (A-92/A-147)***

Baca Juga

Buruh Protes Pemecatan Karyawan PT Multimayaka

DEPOK, (PR).- Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Depok berunjukrasa di depan gudang PT Multimayaka. Mereka menolak keputusan pihak perusahaan yang memecat 24 buruh.

Ulama Bisa Tekan Inflasi Selama Ramadan

BANDUNG,(PR).- Sebanyak 200 ulama dari Jawa Barat yang terdiri atas komponen Dewan Kemakmuran Masjid, Majelis Ulama Indonesia, pimpinan pondok pesantren, penyuluh agama dan perwakilan kantor kementerian agama mengikuti silaturahmi ulama se-Jabar tahun 2016 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponeg

IMIGRAN gelap pencari suaka dari Srilangka yang terdampar  di sekitar Pantai Pasir Putih pulau Nusakambangan Cilacap, Desa Tambakrejo Kecamatan Cilacap Selatan yang berhasil dievakuasi Senin (28/1/13) malam, diberi nasi bungkus setelah selama 15 hari tida

Kantor Imigrasi Cirebon Luncurkan Aksi Timpora

SUMBER, (PR).- Kebijakan bebas visa bagi banyak negara dan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dikhawatirkan memunculkan kerawanan baru yang ditimbulkan kehadiran orang asing di Indonesia.