BPN Indramayu Lakukan Sistem Jemput Bola

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Tahun 2013 Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kab. Indramayu mencanangkan penambahan jumlah calon pemohon pembuatan sertifikat tanah dari 1.000 menjadi 2.500 secara gratis. Pencapaian target 1.000 pemohon pembuatan sertiifikat tanah gratis melalui program nasional (Prona) APBN 2012 akan dijadikan icon jajaran BPN Indramayu. Keberhasilan itu, selain merupakan salah satu sikap antusiasme masyarakat Kab. Indramayu terhadap kepemilikan sertifikat tanah dengan memanfaatkan prona juga berkat adanya dukungan pihak BPN yang seringkali melakukan penyuluhan maupun sosialisasi tentang manfaat prona. Demikian diungkapkan Kepala BPN Kab.Indramayu, H.Izhar diruang kerjanya, Jumat (4/1/2013).

Dikatakan Izhar, untuk memaksimalkan permasalahan sertifikasi tanah pihak BPN telah melakukan sistem jemput bola melalui armada Larasita, hal itu dilakukan agar masyarakat dapat melakukan transaksi pembuatan sertifikat tanah dengan mudah.

“Armada Larasita itu, menjangkau kepelosok desa guna melayani pembuatan sertifikat. Dengan maksud, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor BPN untuk mengurusi sertifikat tetapi cukup memanfaatkan armada Larasita tersebut,” ujarnya.

Selain itu, bercermin dari keberhasilan prona APBN 2012 itu merupakan kesempatan prona tahun-tahun mendatang akan ditambah jumlah target dari 1.000 menjadi 2.500 pemohon sehingga sertifikat tanah dapat dimiliki seluruh masyarakat Indramayu. Disamping prona pihak BPN juga telah melakukan pembuatan sertifikat secara gratis bagi para nelayan maupun petani.

“Bagi masyarakat yang belum mengurus atau memiliki sertifikat tanah disarankan agar segera membuatnya. Sebab, sertifikat merupakan tanda bukti atas hak tanah yang memiliki kepastian hukum sebagai alat penunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Izhar.

Menurutnya, dari jumlah penduduk Indramayu berkisar 1,7 juta dengan luas tanah pada tahun 2008 seluas 204.000 hektare pada tahun 2012 kemarin diperkirakan baru mencapai sekitar 60 persen yang memiliki surat sertifikat tanah. Kurangnya animo masyarakat saat itu dalam pembuatan sertifikat selain dikarenakan kurang mengertinya masyarakat tentang pentingnya kepemilikan surat sertifikat juga disebabkan karena terbentur masalah biaya pembuatan.

Karena itu, sambung diia, untuk mengoptimalkan kepemilikan sertifikat tanah perlu adanya penyuluhan atau kegaiatan sosialisasi ketengah-tengah masyarakat akan pentingnya sertifikat yang dilakukan pihak pemerintah daerah (pemda) bekerjasama dengan unsur muspika melalui agenda yang diprogramkan.

”Kami siap membantu pihak pemda untuk melakukan penyuluhan dan selama ini terdengar imej bila proses pembuatan sertifikat di BPN memerlukan biaya mahal, lama dan berbelit-belit. Padahal apabila pemohon itu datang sendiri untuk mengurusnya maka akan berbeda dengan imej yang tersebar di kalangan masyarakat apalagi kantor BPN cukup terbuka untuk umum. Pokoknya Selagi persyaratan itu dipenuhi dan ditempuh dengan benar maka tidak ada yang mahal dan berbelit-belit,”tegas Izhar. (rat/A-147)***

Baca Juga

Pemkab Majalengka Kembali Dapatkan Opini WTP

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014.

Pemancing Tewas Tenggelam di Sungai Cimanuk

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Dedi Junaedi bin Bedo (18) warga Blok Cambay, Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka tewas terseret arus air sungai Cimanuk ketika memancing di pinggir sungai bersama tiga temannya, di Blok Wesel, Desa Pekubeureum.

Pembuatan e-KTP Kabupaten Garut Baru 85 Persen

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Meski ditargetkan pembuatan e-KTP Kabupaten Garut selesai pada 1 Januari 2015 lalu, namun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Garut baru menyelesaikan 85 persen saja. Hal ini diakui oleh Kadisdukcapil Kabupaten Garut, Darsani, Senin (8/6/2015)

Warga Desa Majasuka Keluhkan Pabrik Kaus Kaki

JAWA BARAT
MANAJER PT Wintai Garment Demdem, dan stafnya Solihin memperlihatkan saluran limbah  di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah yang dikeluhkan masyarakat karena dianggap mencemari lingkungan setelah limbah dibuang ke sungai tak jauh dari pabrik tersebut, Selasa

MAJALENGKA, (PRLM).- Warga Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka mengeluhkan bisingnya suara mesin yang kerap terdengar dari pabrik pembuat kaus kaki PT Wintai Garment di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka serta adanya pembuangan limbah cair ke sungai