Pesta Miras Oplosan, Dua Remaja Tewas Enam Dirawat

SUMBER, (PRLM).- Minuman keras (miras) oplosan kembali meminta korban di Kabupaten Cirebon. Pesta miras yang masih terkait dengan perayaan Tahun Baru itu mengakibatkan dua remaja tewas dan enam lainnya masuk rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat Ikbal Subakti bin Wartono (15) dan Riyan bin Cardi (16) asal Dusun I Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangsembung beserta enam rekannya berpesta miras oplosan pada Rabu (2/1/13) siang. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, Ikbal dan Riyan diketahui meninggal dunia. Sementara enam rekan korban dilarikan di RSUD Waled.

Enam korban yang dirawat di RSUD Waled kesemuanya warga Dusun I Desa Kubangkarang, Kecamatan Karangsembung, masing-masing Inal bin Ahmad (26), Oki bin Amad (17), Eka bin Warta (17), Ipul bin Mukri (17). Yaman bin Darmakusuma (17). Wisnu bin Warna (16).

Dua korban meninggal dunia dan enam rekannya yang masih dirawat di RSUD Waled itu diduga keras sebelumnya minum miras oplosan hingga berlebihan. Miras itu terdiri dari Chiu/tuak yang dicampur dengan minuman supleman.

Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar, Irman Sugema membenarkan adanya korban miras oplosan tersebut. "Mereka diduga overdosis Chiu yang dicampur minuman suplemen," katanya. (A-146/A-88)***

Baca Juga

Kepala Daerah Selamatkan Anak yang Dirantai Selama 3 Tahun

KARAWANG, (PR).- Erik Pratama (8) seorang anak yang merupakan warga Dusun Sukatani, Desa Pangulah Baru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang terpaksa harus dirantai oleh orangtuanya karena sering berbuat ulah.

Ambles Lagi, Penghubung Majalengka-Kuningan Kembali Ditutup

MAJALENGKA, (PR).- Ruas jalan Provinsi antara Majalengka-Kuningan lintas Cikijing tepatnya di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, kebupaten Majalengka kembali ambles di bagian tengahnya. Akibatnya ruas jalan tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Mahasiswa Banten Siap Antasipasi Isu SARA

CIBINONG, (PR).- Dewan Pembina Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bogor, Jaro Ade mengatakan, lebih dari 4.000 orang asal Banten yang menimba ilmu di Bogor dan tersebar di berbagai kampus.

500 Ajengan Akan Dampingi Siswa Setiap Minggu di Sekolah

PARIGI, (PR).- Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran menjamin, program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) tidak menyalahi aturan. Hal itu karena dalam penerapannya, para penceramah tersebut hanya akan menjadi pendamping guru mata pelajaran.