Pinjaman Tanpa Bunga Untuk Bebaskan Warga dari Jeratan Rentenir

BEKASI, (PRLM).- Lintah darat ternyata tak hanya beraksi di wilayah pedesaan. Predikat sebagai kota metropolitan ternyata tak membuat Kota Bekasi otomatis terbebas dari kehadiran para lintah darat alias rentenir tersebut.

Koperasi Ukhuwah Kota Bekasi mencatat, rata-rata 50 kepala keluarga dalam tiap-tiap RT, terjerat aksi para rentenir. Mereka yang terjerat umumnya keluarga dari golongan ekonomi bawah atau yang penghasilan per bulannya tak lebih dari Rp 2,5 juta.

Salah satu korban jeratan rentenir itu adalah Namsih (38). Warga Kecamatan Bekasi Barat itu pernah meminjam uang Rp 100.000 kepada seorang rentenir. "Tapi saya hanya diberi Rp 90.000 dan harus mencicilnya Rp 3.000 per hari selama 40 hari," katanya, Selasa (1/1/13).

Artinya Namsih harus mengembalikan Rp 120.000 untuk pinjaman Rp 90.000 atau bunga pinjaman 33 persen selama 40 hari.

Karena tak sanggup membayar bunga yang dirasa terlalu tinggi itulah, ia pun memutuskan meminjam pada rentenir lainnya. Demikian seterusnya hingga total utangnya terus bertambah. "Saya pernah terjerat sepuluh rentenir sekaligus. Pinjam dari rentenir yang satu untuk dibayarkan ke yang lain. Ya, sistem gali lobang tutup lobang," katanya.

Apa yang dialami Namsih itu hanya sebagian contoh kecil. Ketua Koperasi Ukhuwah Kota Bekasi Asep Didi Kurnia meyakini, ada lebih banyak warga yang menjadi korban para rentenir.

"Tarafnya sudah tergolong mengkhawatirkan, sehingga koperasi kami salah satu kegiatannya ditujukan untuk memberantas masalah ini," katanya.

Upaya yang dilakukan Koperasi Ukhuwah untuk mengentaskan warga dari jeratan rentenir ialah dengan Program Indonesia Berdaya Ukhuwah (ProIBU) yang diperkenalkan sejak tahun 2011. Melalui program ini, koperasi memberikan pinjaman uang Rp 500.000 per bulan tanpa bunga kepada warga yang terjerat rentenir. Uang tersebut dipergunakan untuk membayar utang kepada para rentenir hingga bisa melunasinya.

Koperasi Ukhuwah memperoleh dana untuk dipinjamkan tersebut dari 15.000 dermawan dan 35 perusahaan swasta yang sama-sama ingin memerangi rentenir. Hingga saat ini, sudah 1.250 kepala keluarga yang berhasil dibebaskan dari jeratan rentenir melalui program ini.

"Sementara ini, baru warga di Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pondok Melati, dan Pondok Gede yang sudah tersentuh ProIBU. Kami akan memperluas jangkauan ProIBU hingga Kota Bekasi bisa secepatnya terbebas dari jeratan rentenir," katanya. (A-184/A-88)***

Baca Juga

Bisnis Produk Kemasan Akan Cerah

JAKARTA, (PR).- Prospek bisnis produk kemasan ke depan akan semakin cerah terkait keberadaannya yang kian dibutuhkan. Oleh karena itu, PT Indopoly Swakarsa Industri, dengan pabrik yang berada di Purwakarta, Jawa Barat, menargetkan peningkatan laba pada 2016 ini.

Jokowi Ingatkan Pengusaha yang tak Ikut Pengampunan Pajak

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo mengingatkan pemilik uang di luar negeri yang tercatat 95 persen pengusaha untuk berhati-hati jika tidak ikut program pengampunan pajak. Soalnya, program itu hanya sekali dan terbatas dalam periode hingga Maret 2017.

Brexit Melemahkan Nilai Tukar Poundsterling

LONDON, (PR).- Nilai tukar mata uang poundsterling terhadap dolar Amerika Serikat mencapai titik terendah dalam 31 tahun seiring dengan terguncangnya pasar keuangan menyusul keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau Brexit.