Jumlah Kasus Perceraian Meningkat

NGAMPRAH, (PRLM).- Setiap tahun di Indonesia terjadi sekitar dua juta kasus perceraian sehingga sudah sangat mengkhawatirkan. Perceraian lebih banyak dipicu persoalan ekonomi, perbedaan politik, nikah sirri, maupun perselingkuhan.
"Dalam setahun jumlah pernikahan di Indonesia mencapai 2.150.000 buah. Persoalannya jumlah kasus perceraian semakin meningkat dan kini sudah mencapai 10 persen dari pernikahan mengalami perceraian," kata Wakil Menteri Agama, Prof.Dr. Nazaruddin Umar, saat Mukerwil PW NU Jabar di Pesantren Darul Falah, Cihampelas. Bandung Barat, Minggu (30/12).

Menurut Nazaruddin, dua provinsi yang memiliki kasus perceraian tertinggi adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. "Kedua provinsi itu merupakan basis-basis nahdliyyin sehingga harus menjadi perhatian bagi alim ulama NU," kata Nazaruddin tanpa menyebutkan jumlah kasus perceraian di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Lebih jauh Nazaruddin mengatakan, kecenderungan lainnya dalam perceraian adalah cerai gugat yakni istri yang menggugat cerai suaminya. "Kalau dulu adalah cerai talak atau suami yang mengajukan cerai. Tentu ada penyebabnya sang istri lebih banyak mengajukan cerai kepada suaminya," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Wagub Jabar Minta Kasus Vaksin Palsu Diusut Tuntas

BANDUNG,(PR).-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai peredaran vaksin palsu sama dengan pembunuhan pada balita secara tidak langsung. Dia meminta aparat berwajib mengusut tuntas pelakunya.

Kementrian ESDM Bagikan 500 Paket Sembako

SOREANG, (PR).-Sebanyak 500 paket kebutuhan pokok masyarakat, dibagikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Yayasan Bandung Sekolah Muslim, dan Bintaldam III/Siliwangi di Kampung Sompok Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Kamis 30 Juni 2016.