Sedikitnya 56 Tewas dalam Kecelakaan Tahun 2012

CIREBON, (PRLM).- Sedikitnya 56 orang tewas dalam kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, selama kurun waktu tahun 2012.

Jumlah korban tewas tersebut naik hampir dua kali lipat, dibandingkan kejadian yang sama tahun 2011.

Menurut Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Dani Kustoni, angka korban tewas sebanyak itu, terjadi setidaknya dalam 228 kasus laka lantas.

"Baik jumlah korban tewas maupun kejadian laka lantas tahun 2012 meningkat tajam dibandingkan tahun 2011," katanya usai pemaparan hasil kinerja Polres Cirebon Kota di Mako Polres Cirebon Kota, Sabtu (29/12/12).

Berdasarkan data yang ada jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun ini tercatat sebanyak 228 kasus, dengan korban tewas sebanyak 56 orang dan kerugian materi sebanyak Rp 309.800.000.

Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya di mana angka kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 102 kejadian dengan 31 korban tewas.

Dani menjelaskan, sebagian besar kecelakaan tersebut disebabkan faktor kelalaian manusia dalam berkendaraan.

"Faktor terbesar penyebab kecelakaan karena human error atau karena kelalaian manusianya sendiri," katanya.

Menurut dia, pelanggaran lalu lintas tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi Kota Cirebon yang kategorinya sudah masuk perkotaan, dengan jalan-jalan yang cukup lebar dan mulus, seringkali memicu pengendara memacu kendaraannya dengan lebih kencang tanpa perhitungan. (A-92/A-88)***

Baca Juga

Petani Gagal Panen Akibat Hama Wereng dan Tikus

MAJALENGKA, (PR).- Petani di Kecamatan Ligung dan Cigasong mengalami gagal panen akibat serangan  hama wereng dan tikus. Petani hanya memanen separuh dari hasil biasanya atau bahkan tidak memanennya sama sekali.

Jaro Ade Upayakan Kuota Haji Kab. Bogor Bertambah

CIBINONG, (PR).- Tahun 2016 kuota haji di Kabupaten Bogor hanya 2800, angka itu tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta orang. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Senin 27 Februari 2017. Untuk itu, menurut pria yang biasa dipanggil Jaro Ade, DPRD Kab.