Guru SMA 2 Bandung ke Thailand untuk Studi Banding

BANDUNG, (PRLM).- Wakil Kepala Bidang Kehumasan SMA 2 Dr. Fredi Trisianly menjelaskan keberangkatan guru-guru ke Thailand itu dilakukan setelah ulangan umum, remidial dan pengolaan nilai-nilai siswa sudah dilakukan. Jadi kegiatan itu tidak mengganggu proses pembelajaran sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu tidak semua guru SMA 2 Bandung pergi, dari sekitar 90 guru hanya 55 guru yang pergi sehingga kegiatan Porak di sekolah masih ada yang mengawasi. Perjalanan ke Thailand sudah direncanakan dua tahun sebelumnya, juga dalam rangka studi banding ke sekolah Amway School yang dinilai memiliki kualitas pendidikan yang bagus.

"Kegiatan studi banding kami sudah biasa lakukan. Kenapa ke Thailand? Karena studi banding ke sekolah terbaik ke pulau Jawa sudah disambangi. Selain itu, budaya Thailand hampir sama dengan Indonesia, Ujian Nasional pun ada," kata Fredi.

Fredi juga menegaskan keberangkatan rombongan sebanyak 90 orang yang terdiri atas 55 guru, seorang pengawas, dua orang kepala seksi dan tiga oreng komite serta kerabat guru itu murni biaya pribadi. Dana bersumber dari tabungan guru selama dua tahun maupun pinjaman dari koperasi sekolah bagi yang tidak mencukupi . Walaupun untuk anggaran studi banding dari sekolah memang ada. Akan tetapi jika sampai ke luar negeri maka menggunakan dana pribadi.

"Tidak ada anggaran dari siapa pun dan tidak ada pungutan juga. Kami punya bukti lengkap," tegasnya. (A-208/A-147)***

Baca Juga

Karya Ilmiah Jangan Asal-asalan

YOGYAKARTA,(PR).- Penelitian dan publikasi ilmiah oleh dosen perguruan tinggi yang menjadi kewajiban sebagai ilmuwan harus dilandasi strategi pengembangan ilmu, tidak asal publikasi, apalagi hasil
penjiplakan atau pragiarisme.

750 Peneliti Yakin Kebudayaan Bisa Sejahterakan Masyarakat

DEPOK, (PR).- Sebanyak 750 peneliti dari berbagai negara di Asia Pasifik sepakat untuk mendorong pemerintah agar mau memanfaatkan lebih banyak hasil riset kebudayan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Praktisi Industri Diajak Jadi Dosen Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengajak para praktisi industri untuk menjadi dosen di politeknik. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses revitalisasi pada pendidikan vokasi.