Headlines
Keterbatasan Dana Jadi Kendala

Warga Desa Rancaekek Keluhkan Kerusakan Jalan

SOREANG, (PRLM).- Warga Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung keluhkan jalan rusak yang berada di kawasan yang menghubungkan Rancaekek, Solokan Jeruk dan Majalaya. Di ruas jalan tersebut, sebuah lubang besar seringkali membahayakan para pengguna jalan. Bahkan sebuah truk hampir saja terjungkal dan menimpa pengendara motor pada Rabu (26/12/2012) pagi.

Dari pemantauan "PRLM" lubang tersebut tergenangi air sehingga sulit terlihat. Sebagian pengendara motor rela harus antrie untuk melewati jalan rusak tersebut. Tak hanya itu kedalaman genangan air di jalan itu sudah mencapai 30 cm.

Mina (42) warga Kampung Sukamanah RT 05 RW 08, Desa Rancaekek Wetan mengatakan, sudah 2 tahun ruas jalan tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut karena drainase yang tidak benar. Selain itu, jalan di sana kalau hujan, kondisinya jadi becek dan berlumpur.

"Aspalnya banyak yang tergerus air waktu hujan akibat saluran drainase yang tidak mampu mengalirkan air hujan sebagaimana fungsinya dengan maksimal. Selain itu, hujan turun sekitar 3 jam lamanya, di sekitar pemukimannya bisa terjadi banjir setinggi 30 sentimeter," ujarnya.
.
Hal senada juga dikartakan Deden warga Kampung Rancabatok, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Menurut Deden, kondisi jalan tersebut memang sudah tidak layak pakai. Ini karena buruknya proses pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

"Tidak kunjungnya perbaikan di jalan tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk ke sektor lain. Di antaranya, sektor pendidikan tidak bisa maju ketika sektor infrastruktur lingkungan seperti akses jalan antar dusun tampak tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kondisi ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Seharusnya pemerintah setempat meningkatkan koordinasi dengan UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) PNPM sebagai salah satu program yang berfungsi meningkatkan perkembangan pembangunan untuk membereskan permasalah," katanya.

Kepala Desa Rancaekek Wetan, Atep Komarudin, membenarkan jika jalan tersebut berada di wilayahnya. Ia pun merasa prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Pasalnya lubang yang ada di jalan tersebut nakin banyak dan makin melebar ukurannya. "Di musim hujan ini, jalan semakin parah dan membahayakan para pengguna jalan. Sebab jika tergenang air tidak bisa dibedakan jalan yang masih bagus dan jalan yang berlubang," ujarnya saat dihubungi via telefon pada Rabu (26/12).

Atep mengaku sudah mengajukan betonisasi kepada intansi terkait di tahun 2012. Karena kondisi jalan tersebut sudah sudah cukup memprihatinkan sejak setahun yang lalu. Namun hingga kini realisasinya masih jauh dari harapan.

Atep pun menyebutkan jika separuh jalan yang diminta untuk dibetonisasi melalui pengajuan masih belum tercapai. "Dari total 2 km di wilayah kami, baru 400 meter. Karena itu kami mendesak kepada dinas yang mengurus perbaikan jalan segera melakukan betonisasi," ujar Atep.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, Agus Nuria, mengaku keterbatasan anggaran menjadi penyebab perbaikan jalan menjadi kurang maksimal. Karena itu ia mengatakan, perbaikan jalan di Rancaekek dan di Solokanjeruk akan dilakukan di 2013.

"Awal 2013 atau tepatnya Januari dan Februari akan kami memprioritaskan perbaikan jalan di Rancaekek. Sebab jalan tersebut memang jalur penting bagi masyarakat. Lagi pula dana sudah cair di tahun depan," ujarnya.

Agus pun mengatakan, di 2013 pihaknya akan memperbaiki semua jalan yang ada di Kabupaten Bandung dengan menggunakan rigid beton. "Beton kan lebih kuat daya tahannya, dan bahkan rencananya program dari Bupati, bahwa tahun 2015 mendatang 100 persen jalan di Kabupaten Bandung kesemuanya menggunakan rigid beton," ujarnya.(A-211/A-147)***

×