Perselisihan Politik AS Rugikan Perekonomian

WASHINGTON, (PRLM).- Perselisihan politik yang terus berlanjut di AS menjatuhkan harga saham dan komoditas serta memperlambat pengeluaran liburan beberapa konsumen.

Minyak diperdagangkan di bawah US$89 per barrel, karena para pedagang khawatir lesunya perekonomian akan mengurangi permintaan energi. Harga saham-saham Amerika turun pada perdagangan pagi hari. Sebuah laporan Jumat menunjukkan penurunan keyakinan konsumen, yang dapat mengganggu pengeluaran konsumen yang menggerakkan sebagian besar aktivitas ekonomi Amerika.

Presiden Amerika Barack Obama, sekutu-sekutunya dari Partai Demokrat di Kongres dan Partai Republik yang beroposisi menemui jalan buntu terkait pengeluaran dan pajak. Mereka kini mengupayakan kesepakatan mengenai apakah akan menaikkan pajak atau tidak menaikkan pajak bagi kalangan kaya saja, bidang apa saja dan berapa banyak pemangkasan pengeluaran selambat-lambatnya pada akhir tahun ini. Jika mereka gagal, sejumlah kenaikan pajak secara drastis secara merata dan pemotongan pengeluaran akan diberlakukan secara otomatis.

Banyak ekonom memperingatkan bahwa kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran akan mengurangi permintaan dalam ekonomi Amerika dan mendorong resesi. Kemerosotan ekonomi di Amerika ini akan mengganggu permintaan atas produk-produk dari berbagai negara yang menjual produknya ke Amerika dan tentunya merugikan ekonomi negara-negara tersebut juga.

Kendati demikian, kalau tidak terjadi penjualan dramatis dalam hari-hari terakhir perdagangan tahun ini, saham akan ditutup lebih tinggi, karena tanda-tanda menunjukkan pasar perumahan Amerika sudah mulai pulih dan ekonomi Amerika menambahkan lowongan kerja.

Bank Sentral Amerika pada September telah mengumumkan putaran ketiga sebuah program yang dijuluki pelonggaran kuantitatif. Program itu, yang dimaksudkan untuk menurunkan biaya pinjaman dan memacu pinjaman, yang ikut mendorong permintaan bagi saham.

Indeks Standard and Poor `s saat ini 13 persen lebih tinggi angkanya dibandingkan tahun lalu, indeks Dow Jones hampir 8 persen dan Nasdaq hampir 16 persen lebih tinggi.

Bunga atas obligasi berjangka 10 tahun Departemen Keuangan Amerika naik 1 poin menjadi 1.78 persen. (voa/A-147)***

Baca Juga

Kinerja Positif, Pertamina Layak Jadi Induk Usaha BUMN Energi

JAKARTA, (PR).- Kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) yang sangat positif pada semester I/2016 dinilai layak menjadi induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara di sektor energi. Hal itu juga sekaligus menjadi induk bagi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

Pasar Consumer Goods Kian Bergairah

BANDUNG, (PR).- Pasar consumer goods diprediksi akan semakin bergairah pada semester II/2016 ini, seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat. Peningkatan pertumbuhan consumer goods sudah mulai terlihat sejak triwulan I/2016.