Headlines
Jelang Natal dan Tahun Baru

PLN Cimahi Prioritaskan Pasokan Listrik Gereja

CIMAHI, (PRLM).- Sebanyak 32 titik pantau gereja dan lokasi berkumpulnya massa menjadi prioritas pasokan listrik pada siaga Natal tahun 2012 dan Tahun Baru 2013 di Kota Cimahi. Pada momentum hari libur dan perayaan tersebut, indikasi penggunaan listrik ilegal terbilang tinggi.

Demikian diungkapkan Manajer Rayon PLN Cimahi Kota Pipin Aripin, disela-sela Sosialisasi Kelistrikan di kantor Kelurahan Citeureup Jln. Encep Kantawiria Kota Cimahi, Kamis (20/12). "Pasokan listrik dan sumber daya manusia untuk menjaga pasokan listruk selama Natal dan tahun baru serta libur sekolah disiapkan di 32 titik pantau di Kota Cimahi," katanya.

Pemantauan dan kesiapan pasokan berlangsung H-3 Natal 2012 hingga H+7 Tahun Baru 2013. "Soal gangguan, tidak dapat diprediksi. Namun, kegiatan pemeliharaan dihentikan dan petugas diprioritaskan untuk menjaga pasokan di 32 titik utama tersebut," ucapnya.

Diakui Pipin, selama 2012, pihaknya menemukan 1,6 juta KwH aliran listrik ilegal yang dicuri. Tahun sebelumnya, ditemukan 1,2 juta-1,3 juta KwH listrik ilegal.

"Penggunaan listrik ilegal dengan cara mencuri dan mengubah sistem meteran bisa menimbulkan bahaya kelistrikan dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Kita perlu terus menekan angka tersebut agar masyarakat terlindungi," tuturnya.

Yang jadi masalah, lanjut Pipin, penggunaan listrik ilegal tidak bisa dikontrol langsung kecuali ditertibkan. "Untuk kegiatan penertiban, kita perlu memantau lingkungan yang menggunakan listrik ilegal dan perlu pengawasan khusus," ujarnya.

Dalam sosialisasi kelistrikan tersebut, PLN Cimahi Kota menampung aspirasi dan keluhan masyarakat terkait permasalahan kelistrikan. Selain mensosialisasikan tentang bahaya kelistrikan, PLN juga menerangkan soal keselamatan ketenagakerjaan di bidang perlistrikan.

"Perbaikan pelayanan PLN dilakukan lewat sosialisasi dan edukasi. Dalam sebulan, dilakukan 4 kali kegiatan sosialisasi. Dengan cara itu, diharapkan menurunkan permasalahan dan keluhan di masyarakat karena pelayanan PLN dipahami masyarakat," tuturnya. (A-158/A-26).***

Customize This