742 Koperasi di Kab. Bandung tak Aktif

SOREANG,(PRLM).- Jumlah koperasi di Kab. Bandung sampai Mei 2012 mencapai 1.555 koperasi, namun koperasi yang aktif hanya 813 koperasi dan tak aktif 742 koperasi. Untuk itu, koperasi-koperasi harus diberdayakan agar aktif kembali dan bisa melayani masyarakat.

"Pemkab Bandung berupaya mendorong agar koperasi-koperasi bisa tumbuh dan maju. Namun semuanya tergantung kepada pengurus dan anggota koperasi," kata Sekda Kab. Bandung, H. Sofian Nataprawira, MP, dalam Rakerda Dekopinda Kab. Bandung, Rabu (19/12).

Dari data Dekopinda Kab. Bandung, di Kecamatan Baleendah jumlah koperasi sebanyak 82 buah dengan 48 koperasi berstatus aktif dan tak aktif 34 koperasi, "Sedangkan di Kec. Pangalengan jumlah koperasi sebanyak 119 buah dengan koperasi aktif 45 buah dan koperasi tak aktif 74 buah," ujarnya.

Sedangkan di Kec. Soreang jumlah koperasi sama dengan Kec. Pangalengan yakni 119 buah, namun dengan koperasi yang aktif 78 buah dan tak aktif 41 koperasi. Untuk pendirian koperasi baru sebaniak 31 buah.

Lebih jauh Sofian mengatakan, pendirian koperasi harus dijadikan ibadah bukan sebatas urusan materi, "Kalau pengurus dan anggota koperasi sekadar mencari hal-hal berbau materi, maka kondisinya seperti ini dengan banyaknya koperasi yang tak aktif," katanya.(A-71/A-107)***

Baca Juga

Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Natal-Tahun Baru

BANDUNG, (PR).- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III memastikan keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Bagian Barat (Jawa Barat, Jakarta, dan Banten) pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 (Nataru).

Warteg Go to Malaysia Tahun 2017, Menteri Koperasi Bantu Mediasi

JAKARTA, (PR).- Warung Tegal yang biasa dikenal dengan sebutan warteg rencananya akan ekspansi ke Malaysia sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2017. Kementerian Koperasi siap memediasi koperasi warteg dengam pemerintah Malaysia agar mendapat kemudahan dalam perizinan usaha.

Rokok Tentukan Inflasi Nasional Tahun Lalu

JAKARTA, (PR).- Rokok semakin berkontribusi pada tingkat inflasi nasional di tahun 2016 dan juga garis kemiskinan. Sementara disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan semakin besar.