KASBI Sumedang Tuntut UMK Baru

JAWA BARAT
RATUSAN buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menuntut Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru terkait Upah Minimum Kab/Kota (UMK) 2013.*
ARIE C. MELIALA/PRLM
RATUSAN buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menuntut Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru terkait Upah Minimum Kab/Kota (UMK) 2013.*

BANDUNG (PRLM).- Ratusan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumedang menuntut Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru terkait Upah Minimum Kab/Kota (UMK) 2013. Tuntutan ini muncul setelah Bupati Sumedang Don Murdono mengeluarkan surat pencabutan rekomendasi UMK Sumedang yang menjadi dasar gubernur dalam penetapan UMK.

KASBI yang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (10/12) ini meminta gubernur mengubah nilai UMK dari Rp 1.381.000 menjadi Rp1.408.325. Nilai ini sesuai dengan rekomendasi ketiga yang dikeluarkan Don. Namun, rekomendasi ini ke luar setelah SK ditetapkan gubernur pada 22 November 2012.

Dalam penetapan UMK ini, Don mengeluarkan beberapa kali perubahan rekomendasi. Rekomendasi pertama yang diajukan mendapat penolakan sehingga muncul UMK rekomendasi kedua (Rp. 1.381.000) yang ditetapkan gubernur sebagai UMK Sumedang. Namun, sehari setelah ditetapkan, bupati mencabut rekomendasi keduanya dan mengajukan rekomendasi ketiga (Rp1.408.325).

Adanya pencabutan rekomendasi ini disampaikan Slamet, muncul setelah buruh melakukan audiensi pada bupati pada tanggal 7 November 2012. Pada waktu itu, bupati menjanjikan UMK Sumedang akan berada pada peringkat kedua setelah Kota Bandung. Namun, kenyataannya Sumedang menduduki posisi kelima. "Kami merasa dibohongi bupati sehingga sehari setelah ditetapkan gubernur, kami kejar bupati. Bupati kemudian mencabut usulannya yang kedua, lalu muncul rekomendasi ketiga," kata Slamet.(A-199/A-147)***

Baca Juga

Pembuatan Jembatan Darurat Pasca Seorang Warga Tewas

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Paska putusnya jembatan Cisambeng, Kabupaten Majalengka yang menewaskan seorang warga yang jatuh bersama sepeda motornya, warga Desa Wanajaya, berupaya bergotong royong membangun jembatan darurat, Selasa (28/4/2015).

Hilang Setahun, ABK Kapal Ikan Taiwan Asal Majalengka

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Yaya Sunarya (34) warga Blok Sangraja, RT 17/05 kelrahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka yang bekerja di perusahaan kapal penangkap ikan di Taiwan dinyatakan hilang sejak setahun yang lalu. Diduga kapalnya karam ditelan ombak.

12 Napi Lapas Kuningan Positif Mengandung Zat Narkotika

JAWA BARAT
12 Napi Lapas Kuningan Positif Mengandung Zat Narkotika

KUNINGAN, (PRLM).-Badan Narkotika Nasional Kuningan menurunkan tim dan melakukan tes uirine para penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Kuningan, Rabu (29/4/2015).

Buruh Tasikmalaya Jamin tak Ada Anarkisme

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Sejumlah serikat pekerja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Buruh dan Pekerja Tasikmalaya (Forkom Bupetas) menjamin peringatan Hari Buruh Sedunia akan berlangsung damai dan tidak disertai aksi sweeping.