Diteriaki Maling, Mantan TKI Tewas Dikeroyok

MAJALENGKA, (PRLM).- Nanang Sukirno bin Cakiah (24) alamat Blok 3 Desa Liong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon tewas setelah dikeroyok masa yang menduganya sebagai maling di perempatan Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Minggu (9/12) malam.

Menurut Kapolsek Sumberjaya, Komisaris Polisi Suparno, korban tewas sekitar pukul 22.15 WIB di RS Sumberwaras setelah yang bersangkutan menjalani perawatan selama kurang lebih 5 jam di ruang ICU.

Aksi pengeroyokan terhadap Nanang yang baru beberapa hari pulang menjadi TKI di Malaysia dan kini sedang membangun rumahnya ini, kata Kapolsek, berawal ketika korban pergi dari rumahnya di Desa Liong menggunakan sepeda motor Suzuki Tunder No Pol E 5110 HK bersama salah seorang temannya yang belum diketahui identitasnya untuk berjalan-jalan. Namun di Blok Pucukmendil, Cirebon, kendaraann yang dikemudikannya menyerempet seorang anak kecil yang berada di pinggir jalan. Ketika itu Nanang terus melajukan kendaraannya tanpa menghiraukan anak yang terserempet tersebut kemungkinan karena ketakutan.

Orang yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian memintanya berhenti namun tetap melaju hingga akhirnya meneriakinya maling. Nanang yang diteriaki maling semakin melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi ke arah barat tepatnya ke wilayah Kabupaten Majalengka. Tepatnya di Desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya sepeda motor yang dikemudikan Nanang kembali menabrak seekor domba yang sedang digembalakan.

“Nanang ini setelah menabrak domba malah juga terus melajukan kendaraannya karena mungkin ketakutan dikejar masa yang membawa sepeda motor,“ ungkap Kapolsek.

Nanang yang semakin ketakutan lari kearah Blok Budur, Desa Panjalin Lor, namun jumlah masa yang mengejar ternyata semakin banyak hingga dia kemudian lari ke perempatan. Saat akan melaju kearah Rajagaluh laju kendaraannya terhalang oleh kendaraan besar yang melintas dari arah Cirebon menuju Bandung, sehingga terhenti. Saat akan melaju lagi kendarananya nyaris bertabrakan dengan kendaraan kijang yang melaju dari arah Bandung. Nanang dan pengemudi kijang yang tidak diketahui identitasnya tersebut akhirnya terlibat adu mulut.

Ketika terjadi adu mulut itulah masa yang mengendarai sekitar 20 sepeda motor segera mengeroyoknya hingga korban jatuh terkulai sedangkan temannya yang dibonceng begitu melihat masa langsung melarikan diri entah kemana.

“Saya mendengar kejadian tersebut sekitar pukul 17.30 WIB dari tukang ojek yang mitra kerja kepolisian, kebetulan saya saat itu sedang berada di kantor. Namun begitu tiba di TKP kondisi korban sudah parah, sedangkan temannya yang ketika itu bersama korban begitu melihat masa datang langsung lari menyelamatkan diri dan hingga kini belum diketahui identitasnya,” kata Kapolsek Suparno.

Saat tu juga korban, menurut kapolsek, segera dibawa ke RS Sumberwaras, sayang nyawanya tidak tertolong, dia menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 22.15 WIB. “Untuk mengusut kasus tesrebut kita akan segera memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian,” kata Kapolsek Suparno.(C-28/A-147)***

Baca Juga

SEJUMLAH  aktivis lingkungan di Kabupaten Karawang menanam bibit mangrove di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, 26 Februari 2015 lalu. Kini  mangrove yang ditanam itu dilaporkan mati akibat sering diterjang gelobang pasang air l

30.600 Ha Hutan Mangrove Rusak, Ini yang Bisa Dilakukan

CIKARANG, (PR).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, dari 32.000 hektare hutan mangrove yang ada di Jawa Barat, hanya 1.400 hektare yang kondisinya baik. Sebanyak 30.600 hektare sisanya dinyatakan rusak parah.

Banyak Perusahaan tak Taat Jaminan Sosial

CIKARANG, (PR).- Ketaatan perusahaan terhadap keikusertaan jaminan sosial lemah. Tercatat, masih banyak perusahaan yang tidak mengikutsertakan karyawannya dalam fasilitas kesehatan maupun asuransi keselamatan kerja atau juga program pensiunan.

Sering Bolos, Dua Oknum Polisi Ternyata Pemakai Sabu

KARAWANG, (PR).- Dua anggota Polres Karawang ditangkap karena kedapatan memiliki sabu. Kedua oknum polisi yang juga pemakai sabu tersebut kini sudah mendekam di sel tahanan Polres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.