Pencemaran Lingkungan di Kab. Bekasi Sudah Masuki Tahap Kritis

CIKARANG, (PRLM).- Belum adanya upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi mengenai pencemaran lingkungan, disesalkan berbagai kalangan.

Beberapa kalangan menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dianggap tidak tanggap mengenai ancaman yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan tersebut.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan mengatakan, pencemaran lingkungan di Kabupaten Bekasi memasuki tahap kritis. Pencemaran lingkungan yang paling dominan di Kabupaten Bekasi yakni pencemaran udara dan air.

Terkait pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air sungai akibat limbah industri di Kabupaten Bekasi, Walhi Jawa Barat menilai, pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak maksimal. Hal tersebut tercermin dari tidak adanya tindakan tegas dari instansi terkait mengenai pencemaran tersebut.

Dadan mengatakan, dalam upaya memininalisir pencemaran lingkungan akibat limbah industri, pemerintah harus tetap berpijak pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Dalam perundang-undangan tersebut telah jelas diatur mengenai peran dari pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup, termasuk sikap pemerintah mengenai adanya tindakan pencemaran lingkungan hidup. Sekarang, tinggal bagaimana pengawasan dari pemerintah apabila terjadi pencemaran lingkungan hidup, ” ungkap Dadan saat melakukan pertemuan dengan beberapa elemen pecinta lingkungan hidup di Kabupaten Bekasi, Kamis (6/12).

Dalam kesempatan itu juga, Dadan menambahkan, pencemaran air sungai akibat limbah industri di sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi, merupakan ancaman serius yang harus disikapi dengan keseriusan dari pemerintah daerahnya. Sebab, berdasarkan data yang dia miliki, sungai dan danau di Kabupaten Bekasi sudah tercemar akibat buangan limbah industri tersebut. (A-198/A-89)***

Baca Juga

Begal Tusuk Pengemudi Ojek Online

DEPOK, (PR).- Aksi begal merebak kembali di Kota Depok.‎ Latif Anwar (25), ‎seorang pengemudi ojek online terluka setelah ditusuk begal di Leuwinanggung, Tapos, Kota Depok. Kendati sepeda motornya urung dirampas, uang senilai Rp 30 juta raib digondol begal.

Billy Menambah Daftar Mahasiswa UI yang Tewas Misterius

DEPOK, (PR).- Vinsensius Billy (21), mahasiswa jurusan Akuntasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia angkatan 2012 ditemukan tewas tergantung di kamar indekosnya, RT 04 RW 03, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok. Korban dikenal pendiam di lingkungan sekitarnya.

Bermalam di Atas Kolam Buaya

Hari ke-3

-6.265408, 107.663202

MENURUT petugas piket, penangkaran buaya masih berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki. Setelah tiga kali berganti tumpangan dari Kecamatan Pagaden, penjelasan itulah yang saya dapat di ruang jaga Mapolsek Blanakan.

Daerah Jangan Buat Regulasi yang Beratkan Pengusaha

KARAWANG, (PR).- Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin meminta pemerintah daerah tidak membuat aturan yang memberatkan investor. Dengan demikian, para investor bergairah mengembangkan usahanya di daerah tersebut.