Patung Ukir Bakar Tembus Pasar Luar Negeri

EKONOMI
HERMAWAN di depan patung ukir bakar yang berbentuk macan.*
CECEP WIJAYA/PRLM
HERMAWAN di depan patung ukir bakar yang berbentuk macan.*

SUBANG, (PRLM).- Hernawan (36), warga Kp. Saradan, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang cukup telatih menekuni kerajinan patung ukir bakar. Patung ukir bakar karyanya tak hanya diminati warga lokal, tetapi juga sampai ke luar negeri, seperti Iran dan Malaysia.

“Awalnya, patung ini dipasarkan dari mulut ke mulut, dari pameran ke pameran, sampai sekarang merambah melalui internet. Alhamdulillah, sudah sampai ke luar Jawa bahkan luar negeri,” tutur Hernawan saat memamerkan sejumlah karyanya di Wisma Karya, Subang.

Sejumlah patung karya Hernawan dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai aslinya. Ukurannya bervariasi, dari 10 cm hingga 2 meter bergantung pada pesanan. Jenis patung sejauh ini berupa model binatang berkaki empat, seperti harimau, singa, gajah, onta, dan kelinci.

Cara pembuatannya tidak terlalu rumit asalkan menguasai teknik dasar pembuatan patung. Mula-mula, kayu lame sebagai bahan dasar dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari selama beberapa hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lalu, kayu itu dibentuk sesuai dengan desain dan dihaluskan dengan cara diraut.

Setelah patung terbentuk, barulah dibuat ukiran bakar dengan menggunakan solder. Penyolderan harus dilakukan seteliti mungkin agar menimbulkan efek bulu dan rambut yang terkesan natural. Dengan sentuhan seni, potongan kayu itu disulap menjadi patung nan artistik. “Yang paling sulit adalah menyolder. Harus hati-hati karena jika salah, akan merusak keindahan patung,” ucap Hernawan.

Untuk satu patung ukir bakarnya, Hernawan membandrol harga bervariasi dari Rp 25.000 hingga lebih dari Rp 1 juta bergantung pada ukuran patung. Harga tersebut, menurut dia, sebanding dengan tingkat kerumitan pembuatan patung.

Dengan mengikuti berbagai pameran kerajinan, karya Hernawan kini banyak dipesan baik dari dalam maupun luar daerah bahkan luar negeri. Saat ini, dia bahkan tengah menyelesaikan pembuatan 150 unit patung untuk dikirim ke Bali. Usaha kerajinannya, kata Hernawan, juga didukung oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Subang. Tahun ini, dia mendapatkan dana stimulan dari Pemkab Subang sebesar Rp 3 juta untuk mengembangkan usahanya. (A-192/A-147)***

Baca Juga

Pemerintah Tawarkan Insentif Pajak untuk Eksportir

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Indonesia menawarkan keringanan pajak untuk perusahaan-perusahaan yang mengekspor setidaknya 30 persen dari produksi mereka dalam upaya mendorong pengiriman barang-barang manufaktur sekarang ini di saat ledakan komoditas telah berakhir.

Pameran Perumahan dan Furniture

EKONOMI
Pameran Perumahan dan Furniture

Bulog Ajak Gapoktan Dalam Pemenuhan Stok Beras

EKONOMI

INDRAMAYU, (PRLM),- Kepala Sub Bulog Divre Indramayu, M.Attar Rizal didampingi Kasi PP, Apip Wijaya mengatakan, pihaknya mengajak para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-wilayah Kab.Indramayu untuk bermitra dengan pihak Sub Bulog Divre Indramayu.

Kab. Bandung Terus Kembangkan Sorgum

EKONOMI

SOREANG, (PRLM).- Kab.Bandung berupaya terus mengembangkan tanaman sorgum sebagai pengganti tepung. Pengembangan itu juga berupa produk olahan dari sorgum seperti diolah menjadi bubur, bakso, roti, maupun makanan lainnya.