Kementerian Kelautan dan Perikanan Serahkan Bantuan Kepada Nelayan

PALABUHANRATU,(PRLM).- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan langsung senilai total Rp 11.73 Miliar kepada para nelayan di Kabupaten Sukabumi.

Bantuan langsung tersebut, di antaranya berupa dua unit kapal inka mina berbobot 30 GT, empat rumah ikan, peralatan rantai dingin, depo pemasaran dan sarana pemasaran, chest freezer, serifikat hak atas tanah, dan kartu nelayan.

Pemberian bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, saat kunjungan kerja di Dermaga II Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/11).

"Kabupaten Sukabumi berperan penting bagi pengembangan bisnis kelautan dan perikanan di tanah air, mengingat potensinya yang besart serta posisinya yang strategis," tuturnya.

Sharif mengatakan, KKP juga turut menyalurkan bantuan berupa Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) P2HP, PUMP Budidaya, serta bantuan Pendampingan Desa Pesisir Tangguh (PDPT).

Dia berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan perikanan dan kehidupan nelayan di Kabupaten Sukabumi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, telah menetapkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu lokasi pengembangann minapolitan dan percontohan industrialisasi perikanan tangkap, dengan zona inti pengembangan berada di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP).

Dikatakannya komoditas utama yang dihasilkan di PPNP adalah Tuna, Tongkol, dan Cakalang (TTC). Komoditas ini memegang peranan penting dan menjadi komoditas ekspor andalan, khususnya ke Korea, Jepang, dan Cina.

"Tuna, tongkol, dan Cakalang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan industrialisasi di Palabuhanratu, sehingga komoditas inilah yang kita upayakan dilakukan percepatan dan pengelolaanya secara maksimal," kata Sharif.

Dia menambahkan KKP akan terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, sebagai pintu ger bang sekaligus sentra kegiatan usaha perikanan.

Dengan dikembangkannya PPNP, diharapkan mampu menjadi sentra pengembangan kawasan ekonomi yang berbasiskan pada komoditas perikanan tangkapuntuk wilayah pesisir pantai selatan di Jawa Barat.

Pengembangan ini juga diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada nelayan dan para pelaku usaha, sekaligus dapat menarik minat investasi swasta dalam pengembangan kawasan industri.

"Pada tahun 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana akan menetapkan 11 lokasi model percontohan industrialisasi perikanan tangkap," katanya. (A-193/A-89)***

Baca Juga

Hiswanamigas Jawab Kelangkaan Elpiji 3 kg dengan Operasi Pasar

KUNINGAN, (PR).- Kesulitan masyarakat Kabupaten Kuningan memperoleh gas elpiji tabung 3 Kg, kadang-kadang disertai kelangkaan, dijawab Pertamina melalui Hiswanamigas dengan menggelar operasi pasar gas bersubsidi tersebut.

DUA  unit pesawat sedang parkir di Bandar Udara Nusawiru, di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Senin (13/10/2014). Pemprov Jabar telah melakukan pembayaran Rp 26 miliar terhadap tanah kas daerah di Desa Kondangjajar, Kec. Cijulang untuk keperlu

PT BIJB Akan Kelola Bandara Nusawiru?

MAJALENGKA, (PR).- PT BIJB berencana melakukan pengelolaan Bandara Nusawiru yang dianggap cukup potensial untuk dikembangkan, dengan penerbangan pesawat kecil sesuai dengan kapasitas landasan pacu yang ada.

Orangtua Protes Alih Fungsi Sekolah Jadi Pabrik

CIANJUR, (PR).- Ratusan warga Kampung Pasir Kalapa, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, menolak relokasi Sekolah Dasar Peuteuycondong 2, Senin 7 November 2016 yang akan dialihfungsikan jadi pabrik.

Persatuan Istri Insinyur Gelar Bakti Sosial di Garut

GARUT, (PR).- Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) mengadakan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Garut, Selasa 8 November 2016. Dipimpin langsung Nia Said Didu selaku Ketua Umum PIII, Rombongan yang berjumlah hampir 50 orang ini menuju penampungan pengungsi korban banjir bandang.