Kelangkaan Daging Sapi Mengherankan

BANDUNG, (PRLM).- Anggota Komisi IV DPR, H. Ma'mur Hasanuddin mengaku heran dengan kenaikan harga daging sapi. Apalagi terjadi kelangkaan pasokan daging sapi di pasaran.

"Kelangkaan ini sebenaranya cukup mengherankan karena tidak ada momentum atau even hari besar yang menyebabkan konsumsi daging sapi meningkat," kata Ma'mur kepada "PRLM", Selasa (20/11).

Sangat dimungkinkan kelangkaan terjadi akibat adanya aksi menyimpan stok dari sebagian pihak untuk mempengaruhi harga pasar dan menciptakan iklim yang tidak kondusif dalam usaha penekanan angka importasi.

"Impor untuk konsumsi domestik diharapkan hanya berkisar 10 persen dari total kebutuhan nasional. Itu pun hanya untuk memenuhi segmen pasar tertentu saja yang memang tidak dapat diisi oleh daging lokal," katanya.

Sektor retail usaha sapi potong merupakan sektor yang mata rantainya sangat panjang. "Pada kenyataannya peternak (sektor hulu) hanya menikmati 40 persen dari harga pasar konsumen. Ini menunjukan bahwa sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pedagang dan tidak proporsional. Kondisi ini harus diubah, melalui pemberdayaan peternak agar usahanya mencapai skala ekonomi," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Qatar Butuh Tenaga Profesional dari Indonesia

DOHA, (PR).- Menteri Administrasi Pembangunan, Tenaga Kerja dan Sosial Negara Qatar Dr. Eisa Saad A. Al-Naimi menyambut baik undangan Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri untuk berinvestasi di Indonesia di bidang pelatihan tenaga kerja.

BRISat Siap Diluncurkan

JAKARTA, (PR).- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap mencetak sejarah baru sebagai satu-satunya perusahaan di dunia yang bergerak di sektor perbankan yang memiliki dan mengoperasilkan satelitnya sendiri dengan nama BRISat.

DPR Dorong Perbaikan Layanan Lion Air

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia, mengatakan bahwa penerbangan nasional saat ini sedang banyak disorot. Salah satu yang paling banyak disorot adalah manajemen Lion Air.

Persoalan Distribusi Memicu Harga Tinggi

JAKARTA, (PR).- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Syarkawi Rauf mengatakan harga yang masih tinggi disebabkan banyak faktor yang salah satunya ada dalam distribusi. Proses yang ada di tengah-tengah, antara produsen dengan pedagang itu menurutnya harus dicermati.