Kelangkaan Daging Sapi Mengherankan

BANDUNG, (PRLM).- Anggota Komisi IV DPR, H. Ma'mur Hasanuddin mengaku heran dengan kenaikan harga daging sapi. Apalagi terjadi kelangkaan pasokan daging sapi di pasaran.

"Kelangkaan ini sebenaranya cukup mengherankan karena tidak ada momentum atau even hari besar yang menyebabkan konsumsi daging sapi meningkat," kata Ma'mur kepada "PRLM", Selasa (20/11).

Sangat dimungkinkan kelangkaan terjadi akibat adanya aksi menyimpan stok dari sebagian pihak untuk mempengaruhi harga pasar dan menciptakan iklim yang tidak kondusif dalam usaha penekanan angka importasi.

"Impor untuk konsumsi domestik diharapkan hanya berkisar 10 persen dari total kebutuhan nasional. Itu pun hanya untuk memenuhi segmen pasar tertentu saja yang memang tidak dapat diisi oleh daging lokal," katanya.

Sektor retail usaha sapi potong merupakan sektor yang mata rantainya sangat panjang. "Pada kenyataannya peternak (sektor hulu) hanya menikmati 40 persen dari harga pasar konsumen. Ini menunjukan bahwa sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pedagang dan tidak proporsional. Kondisi ini harus diubah, melalui pemberdayaan peternak agar usahanya mencapai skala ekonomi," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tumbuh 20 Persen

BANDUNG, (PR).- Angka kunjungan wisatawan asing ke tanah air mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang semester I-2017. Tercatat, selama periode tersebut kunjungan wisatawan asing ke nusantara tumbuh 20 persen.

Pemerintah Bantah Daya Beli Masyarakat Menurun

JAKARTA, (PR).- Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2017 memunculkan pandangan dari beberapa pihak tentang turunnya daya beli masyarakat.

Gara-gara Media Sosial, Pola Konsumsi Masyarakat Berubah

JAKARTA, (PR).- Media sosial terbukti telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Kebutuhan primer seperti sandang bahkan tergeser oleh rekreasi yang sebelumnya merupakan kegiatan mengisi waktu luang.