Kelangkaan Daging Sapi Mengherankan

BANDUNG, (PRLM).- Anggota Komisi IV DPR, H. Ma'mur Hasanuddin mengaku heran dengan kenaikan harga daging sapi. Apalagi terjadi kelangkaan pasokan daging sapi di pasaran.

"Kelangkaan ini sebenaranya cukup mengherankan karena tidak ada momentum atau even hari besar yang menyebabkan konsumsi daging sapi meningkat," kata Ma'mur kepada "PRLM", Selasa (20/11).

Sangat dimungkinkan kelangkaan terjadi akibat adanya aksi menyimpan stok dari sebagian pihak untuk mempengaruhi harga pasar dan menciptakan iklim yang tidak kondusif dalam usaha penekanan angka importasi.

"Impor untuk konsumsi domestik diharapkan hanya berkisar 10 persen dari total kebutuhan nasional. Itu pun hanya untuk memenuhi segmen pasar tertentu saja yang memang tidak dapat diisi oleh daging lokal," katanya.

Sektor retail usaha sapi potong merupakan sektor yang mata rantainya sangat panjang. "Pada kenyataannya peternak (sektor hulu) hanya menikmati 40 persen dari harga pasar konsumen. Ini menunjukan bahwa sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pedagang dan tidak proporsional. Kondisi ini harus diubah, melalui pemberdayaan peternak agar usahanya mencapai skala ekonomi," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Penghargaan KPAI untuk Bio Farma

JAKARTA, (PR).- Komisi Perlindangan Anak Indonesia (KPAI) memberi Penghargaan Anugerah Perlindungan Anak Indonesia 2016 kepada Bio Farma untuk kategori Badan Usaha.

Darmin Minta "Preman Pasar" Dibereskan

JAKARTA,(PR).- Sekalipun sudah melakukan impor daging sapi sejak sebelum lebaran lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku harga memang belum terkendali. Masalah yang juga muncul menurut dia, selain terletak pada importir, juga ada persoalan di pasar.

PRESIDEN RI Joko Widodo meminta aparat keamanan mengejar dan menangkap pelaku ledakan bom dan penembakan di Jalan Thamrin. Pernyataan itu disampaikannya di Rumah Kerang Jalan Ki Ageng Tapa, Kab. Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/1/2016).*

Ekonomi Global Lesu, Perekonomian Nasional Terganggu

JAKARTA, (PR).- Kondisi perekonomian global yang belum pulih berisiko mengganggu kinerja perekonomian nasional. Meskipun demikian, Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan peningkatan selama 2015