Suriah Bisa Jatuh ke Tangan Ekstrimis

LUAR NEGERI

YERUSALEM, (PRLM).- Kalangan ekstrimis diperkirakan akan mengambil alih kekuasaan di Suriah jika Presiden Assad berhasil dilengserkan pasukan oposisi. Demikian disebutkan sumber yang dekat dengan kalangan pemerintahan di Israel, Minggu

Disebutkan Suriah kemungkinan akan dikuasai kelompok ektrimis yang memang merupakan salah satu komponen dalam kelompok oposisi Suriah saat ini.

Serangan Suriah ke wilayah Golan merupakan yang ketiga kali dalam minggu ini, dilaporkan telah merusakkan sejumlah perkebunan apel di dataran tinggi tersebut.

Namun demikian, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (19/11), tidak ada korban jiwa dalam serangan Suriah ke Golan tersebut.

Kendati selama ini bermusuhan dengan Assad, pemerintah Israel tidak ingin Assad tumbang. Karenanya selama ini Israel terkesan membela Assad ketimbang membantu gerakan oposisi yang ingin menumbangkan pemerintahan Assad. (A-133/A-26).***

Baca Juga

Hollande Desak Putin Patuhi Gencatan Senjata di Ukraina

LUAR NEGERI

YEREVAN, (PRLM).- Presiden Prancis Francois Hollande mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk "melangkah maju" dengan melaksanakan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Eropa untuk menyelesaikan konflik di Ukraina timur.

PM Pakistan Kutuk Pembunuhan Aktivis Perempuan

LUAR NEGERI

ISLAMBAD, (PRLM).- Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan dan pembunuhan terhadap seorang perempuan aktivis hak asasi manusia terkemuka, Sabeen Mahmud, di kota pelabuhan Karachi. Ia juga memerintahkan investigasi terhadap kasus pembunuhan tersebut.

Gempa Nepal

Sebelum Meninggal, Direktur Google Petakan Lokasi Ekstrim di Everest

LUAR NEGERI

LOS ANGELES, (PRLM).- Gempa Nepal juga telah membuat perusahaan internet terbesar di dunia Google berduka. Pasalnya, salah seorang direkturnya, Dan Fredinburg,meninggal saat mendaki Gunung Everest, Sabtu lalu.

Eksekusi Mati

Indonesia Minta Australia Tunjukan Bukti Suap Hakim Duo Bali Nine

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Menanggapi tudingan suap yang dilakukan hakim kasus duo Bali Nine, pemerintah Indonesia, seperti dilaporkan Reuters dan Yahoo News, mengatakan bahwa Australia telah kehabisan cara untuk membela dua warganya.