Headlines
Lalat Hijau Sering Masuk Rumah

Warga Dusun Cipaku Keluhkan Bau Bangkai Ayam

SOREANG, (PRLM).- Warga Dusun Cipaku RT 18 RW 03, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, mengeluhkan bau tak sedap dari bangkai-bangkai ayam yang dijadikan pakan budi daya lele di wilayah tersebut.

Selain menimbulkan bau yang kadang membuat warga muntah-muntah, bangkai ayam juga menyebabkan banyak warga yang sakit, seperti menderita panas, batuk dan berbagai penyakit gangguan pernapasan.

"Hampir setiap hari tempat budi daya lele di sini mengirimkan 1 ton bangkai ayam, untuk dijadikan pakan lele-lelenya. Bangkai ayam itu digiling dahulu dan dijemur, nah setiap angin berhembus ke arah kami maka baunya makin tak tertahankan," kata Vila (43) tokoh wanita di desa tersebut, pada Minggu (18/11).

Vila mengatakan bahwa kini sudah tak berani membuka jendela di rumahnya, karena jika dibuka akan semakin banyak lalat hijau yang masuk ke dalam rumahnya. Bau yang ditimbulkan oleh bangkai tersebut membuat keluarganya menjadi sering muntah-muntah.

"Semua keluarga saya sakit, meski kata dokter karena perubahan cuaca, tapi baru selang 2 hari sembuh, langsung saja mereka bisa sakit lagi. Bahkan tetangga-tetangganya pun mengalami hal yang serupa," ujarnya.

Tempat ternak lele tersebut, kata , mempunyai luas sekitar 200 tumbak atau sekitar 2800 m2, dan memiliki kolam besar sebanyak 6 buah, namun tempat itu berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga.

"Sebenarnya banyak warga yang ingin mendemo tempat budi daya lele tersebut, tetapi warga setempat ketakutan karena takut terjadi apa-apa yang membahayakan pihak warga. Takut-takut akan ada kekerasan yang terjadi jika kita berdemo, kita kan rakyat kecil yang tak mampu berbuat banyak," katanya.

"Saya ingin masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan pemilik lahan budi-daya tersebut, cari jalan tengahlah. Tapi kalau sudah tidak dapat diselesaikan secara baik-baik, terpaksa kita berdemo itupun sebelumnya mesti dipikir matang-matang untuk berdemo," ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua RW 03 Oyot, dia sudah sampaikan keluhannya kepada tempat budi daya lele tersebut, namun pemiliknya jarang datang.

"Saya datang sih sudah, tapi yang menanggapi adalah pegawai di sana, soalnya yang punya tidak tiap hari datang kesana. Tapi kalau dibiarkan lama-lama juga tidak baik bagi kesehatan, inginnya masalah ini secepatnya bisa ditanggapi oleh pemilik tempat tersebut," ujarnya.

Oyot juga menjelaskan bahwa akibat yang ditimbulkan bau bangkai tersebut juga cukup luas sehingga bisa mempengaruhi kesehatan 200 KK yang tinggal di wilayah itu. (A-211/A-147)***

Komentari di Facebook !
Customize This