Akankah Susan Rice Menjadi Menlu AS Pengganti Hillary Clinton?

WASHINGTON, (PRLM).- Posisi Susan Rice sebagai Menlu Amerika Serikat pengganti Hillary Clinton terancam batal. Pasalnya, Rice yang juga Dubes AS untuk PBB itu dinilai melakukan kesalahan fatal saat menjelaskan serangan teror 9/11 di Benghazi, Libia pada September 2012 lalu yang menewaskan empat diplomas AS itu.

Seperti ditulis Walter Shapiro dalam analisisnya yang dilansir Yahoo News, Jumat (16/11/12), Rice dituding menyembunyikan sesuatu soal apa yang terjadi di Benghazi. Banyak anggota kongres AS percaya bahwa insiden itu terjadi lantaran penjagaan keamanan saat itu sangat lemah. Namun, hal ini dibantah pemerintah Obama yang menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi pada 11 September itu merupakan serangan spontan dari sejumlah ektrimis Libia. Penjelasan yang sama diulang oleh Susan Rice saat perempuan keturunan Afrika itu diwawancarai dalam salah satu TV Amerika.

Hal inilah yang membuat Kongres menilai Rice tidak capable dalam urusan politik luar negeri sehingga jabatan Menlu tidak pantas diberikan untuknya.

Seperti diketahui, Kongres AS saat ini sedang mengadakan hearing untuk mendengarkan kesaksian sejumlah pejabat AS terkait dengan peristiwa teror dua bulan lalu itu. Kongres AS yang didominasi anggota Partai republik itu ingin mengetahui dengan detail tentang apa yang terjadi sebenarnya pada malam 11 September 2012 lalu itu. (A-133/A-108)****

Baca Juga

Paus Francis: Natal "Tersandera" Materialisme

VATIKAN, (PR).- Paus Francis, Sabtu 24 Desember 2016 mengatakan, Hari Natal "tersandera" oleh materialisme sehingga Tuhan kerap dikesampingkan dan banyak umat justru lupa untuk membantu mereka yang kelaparan, para pengungsi, dan korban perang.

Pembelaan Mariah Carey Soal Insiden Lip Sync di Times Square

NEW YORK, (PR).- Penyanyi peraih Grammy Award, Mariah Carey, mengabaikan kekacauan penampilannya dalam pertunjukan malam pergantian tahun di Times Square, New York, Amerika Serikat dengan mengatakan kepada penggemar dan pengkritik bahwa hi

PESAWAT Boeing MH370.*

Pencarian MH370 Berakhir Dua Pekan Lagi

KUALA LUMPUR, (PR).- Setelah hampir tiga dua tahun menyusuri lokasi jatuhnya pesawat MH370 Malaysia Airlines di Samudera Hindia tanpa hasil, tim Malaysia, Australia, dan Tiongkok akhirnya sepakat menghentikan pencarian pesawat tersebut pada 20 Januari mendatang.