Hindari Serangan Hama Lanas

Petani Ubi Jalar Kuningan Percepat Panen

JAWA BARAT
TIGA orang pekerja sedang memuat ubi jalar hasil panen petani di sekitar Desa Setianegara, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan untuk diangkut truk tujuan pasar Bekasi, Jumat (16/11/12). Para petani ubi jalar di Kab. Kuningan kini terpaksa mempercepat panen karena
NURYAMAN/PRLM
TIGA orang pekerja sedang memuat ubi jalar hasil panen petani di sekitar Desa Setianegara, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan untuk diangkut truk tujuan pasar Bekasi, Jumat (16/11/12). Para petani ubi jalar di Kab. Kuningan kini terpaksa mempercepat panen karena khawatir terkena hama lanas.*

KUNINGAN, (PRLM).- Petani Kuningan sudah memanen ubi jalar yang rata-rata baru mencapai usia tanam empat hingga lima bulan akhir-akhir ini. Padahal, menurut para petani, untuk memperoleh bobot ubi maksimal, panen ubi jalar semestinya baru dilakukan setelah usia tanamnya mencapai enam bulan.

Sejumlah petani di daerah sentra tanaman ubi jalar Kuningan, seperti di wilayah Kec. Cilimus, dan Pancalang, menyebutkan para petani terpaksa mempercepat memanen ubi jalarnya karena khawatir keburu terkena hama lanas. "Biasanya ubi jalar hasil tanam musim kemarau, kalau sudah terkena hujan ubinya gampang tekena hama lanas. Malahan, sekarang juga ubi jalar di ladang garapan saya ini pun sudah banyak yang terkena hama lanas," tutur Umar (54) salah seorang petani ubi jalar di Desa Bandorasa Wetan, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan yang sedang memanen tanaman ubi jalarnya, Jumat (16/11/12) siang.

Keterangan senada juga dikemukakan Rasid (55) salah seorang bandar ubi jalar warga Desa Sampora, Kec. Cilimus. Memasuki musim hujan sekarang, menurut Rasid, ubi jalar tanaman para petani di Kec. Cilimus dan sekitarnya sudah banyak yang terkena hama lanas. "Sampe aya nu maro (masksudnya separuh ubi terpanen mulus dan terjual, dan separuhnya terbuang karena sudah terkena hama lanas-red.)," ujar Rasid, seraya menyebutkan usia tanam ubi jalar milik para petani Kec. Cilimus dan beberapa kecamatan sekitarnya, saat ini rata-rata baru mencapai empat sampai lima bulan.

Menurut sejumlah petani ubi jalar di Kab. Kuningan, serangan hama lanas berupa belatung kecil terhadap umbi ubi jalar memiliki daya penularan cepat dan hingga saat ini belum ada penangkalnya. "Ubi jalar yang sudah terkena hama lanas, tidak enak dimakan dan tidak akan laku dijual. Oleh karena itu, dari pada keburu terkena lanas, mending buru-buru saja dipanen. Meskipun bobot umbinya belum maksimal," kata Umar, dibenarkan sejumlah petani ubi jalar lainnya.

Di samping itu, menurut beberapa orang bandar dan petani ubi jalar lainnya, para petani mempercepat panen karena akhir-akhir ini harga pembelian ubi jalar dari para bandar kepada petani, cukup tinggi. Mereka menyebutkan harga beli ubi jalar dari bandar kepada para petani saat ini sedang berada pada kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilo gram, jauh lebih tinggi dari harga pembelian bandar sebulan lalu yang hanya berkisar antara Rp 600 hingga Rp 800 per kilo gram.

Menurut keterangan sejumlah petani dan bandar ubi jalar di Kuningan, ubi jalar petani Kuningan selama ini biasanya sebagian besar dipasok bandar ke pasar-pasar di Jakarta dan Bekasi. Sebagian kecil di antaranya dipasok ke pasar-pasar tradisional di wilayah Cirebon, serta pasar lokal wilayah Kab. Kuningan, termasuk di antaranya masuk ke tempat usaha pembuatan tepung ubi jalar di sekitar Cilimus. (A-91/A-88)***

Baca Juga

Pemasukan PBB Cianjur Baru Rp 26 Miliar

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Pelimpahan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari Kantor Pajak Pratama ke Pemkab Cianjur sepertinya setengah hati. Betapa tidak, data yang dilimpahkan dari Pajak Pratama ke Pemkab Cianjur ternyata terjadi perbedaan pada jumlah di berita acara dengan fakta yang ada.

DPRD Desak Pemkab Majalengka Bentuk BNN

JAWA BARAT

MAJALENGKA,(PRLM).- Komisi A DPRD Majalengka meminta pemerintah Kabupaten Majalengka segera membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN), dan bekerja secara efektif karena peredaran narkoba di wilayah Majalengka sudah cukup memprihatinkan.

Baru 50 Desa di Subang Yang Penuhi Syarat Cairkan Dana Desa

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Dari 245 desa yang ada di Kabupaten Subang, baru sekitar 50 desa yang APBDes perubahannya sudah tuntas dan telah memenuhi syarat mencairkan dana desa dari pemerintah pusat.

Lagi, Satpol PP Subang Tutup 5 Toko Modern tak Berijin

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Satpol PP Kabupaten Subang kembali menutup lima toko modern tak berijin yang masih beroperasi, Jumat (3/7/2015). Dari lima toko modern tersebut, tiga di antaranya berada di wilayah Kecamatan Jalancagak, dan masing-masing satu toko di Cisalak serta Purwadadi.