Headlines

Warga Menghadang Truk Projek Sport Jabar di Arcamanik

DIKDO M./"PRLM"
DIKDO M./"PRLM"
SPANDUK bertuliskan "Hasil Rakerda : Pordasi Jabar dengan tegas menolak pembangunan sport Jabar, sebelum ada lokasi dan sarana pengganti yang layak untuk lapangan pacuan kuda yang baru" terpampang di satu sisi Lapangan Pacuan Kuda Arcamanik, Kel. Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (13/11/12).*

BANDUNG, (PRLM).- Puluhan warga sekitar istal kuda di Lapangan Pacuan Kuda Arcamanik Kota Bandung bersama beberapa orang yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jabar melakukan aksi penghadangan truk proyek pembangunan Sport Jabar di Arcamanik, Kamis (15/11/12) pukul 1.00 WIB. Dalam peristiwa itu, truk tronton nopol B 9825 AF yang dikemudikan Nurasik mengalami kerusakan.

Kaca bagian depan truk pecah berantakan setelah dilempari oleh massa yang menghadang. Namun aksi tersebut tidak berlanjut karena pihak kepolisian dengan cepat langsung turun meredam aksi tersebut.

Kapolsekta Arcamanik, Kompol I Ketut Adi Purnama mengatakan, insiden perusakan itu terjadi saat kendaraan proyek akan masuk ke lokasi pembangunan Sport Jabar. Padahal sebelumnya, pada Selasa (13/11/12) lalu, digelar pertemuan membahas masalah pembangunan itu yang dihadiri beberapa perwakilan, termasuk dari Pordasi dan Disorda (Dinas Olahraga dan Pemuda) Jabar.

Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian menyarankan agar kontraktor tidak memaksakan memasukkan material bangunan sebelum kesepakatan dihasilkan.

"Tapi rupanya pihak Disorda dan kontraktor (PT PP Persero) memaksakan memasukkan material padahal pihak Pordasi melakukan penolakan," tutur Adi kepada wartawan, Kamis (15/11/12) siang.

Pengurus Pordasi bersama masyarakat berkuda dan warga sekitar, kata Adi, akhirnya benar-benar melakukan penghadangan. Dari informasi, kata Adi, jumlah warga sekitar 70 orang dan memaksa agar truk tronton mundur. Tidak diketahui penyebab awalnya, tambah Adi, massa kemudian melempari truk yang dikendarai Nurasik hingga kaca depannya pecah berantakan.

"Akhirnya kendaraan kembali lagi ke Gedebage. Tapi suasana di lokasi memang sempat memanas," kata Adi.

Adi yang turun ke lokasi bersama sejumlah anggotanya, semaksimal mungkin menenangkan warga agar tidak terjadi aksi yang lebih hebat lagi. Bahkan polisi pun meminta warga untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Kepada kedua belah pihak, baik Pordasi maupun Disorda dan kontraktor, polisi pun meminta agar masalah yang muncul ke permukaan segera diselesaikan. Setelah situasi terbilang normal, Adi bersama sejumlah anggotanya pun akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 3.45 WIB.

"Tapi sebagian anggota kita tempatkan di lokasi untuk memantau perkembangan," katanya. (A-113/A-88)***