Prospektif, Serapan Kredit Kepemilikan Rumah Murah Tahun 2013

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yakin tahun 2013, Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) akan mendapat serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah melalui fasilitas likuiditas perumahan (FLPP) lebih prospek.

“Hal ini terkait dengan kebutuhan rumah sangat timpang dibandingkan lahan yang disediakan (backlog), sehingga Kempera seyogianya ada kebijakan yang dapat menfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan rumah yang terjangkau,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo di Jakarta, Rabu (14/11/12).

Eddy menekankan Apersi sangat mendukung secara penuh kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat akan mendapat serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah yang jauh lebih besar daripada target sekarang.

Ia menambahkan ke depan program FLPP masih sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna menjangkau kepemilikan rumah layak huni. Terlebih kehadiran FLPP sejak awal mendapatkan sambutan cukup baik dari masyarakat. Pasalnya, bunga pembiayaan perumahan yang diberikan sangat murah 7,25 persen dan tenornya sekarang bisa mencapai 20 tahun.

Dari target 130.000 unit rumah bersubsidi yang terjual di seluruh Indonesia di tahun ini, hingga kini baru terealisasi sekitar 52.000 unit. Sementara dana subsidi FLPP yang disiapkan pemerintah sebanyak Rp7,1 triliun di tahun ini, baru tersalurkan sekitar Rp1,3 triliun.

Hal senada diungkapkan, Ketua Dewan Pertimbangan Apersi Fuad Zakaria, penyerapan KPR murah melalui fasilitas likuiditas perumahan (FLPP) akan lebih baik.“Hal ini disebabkan adanya kepastian hukum soal tipe 36 dapat subsidi, maka program FLPP akan lebih baik pula,” ujarnya.

Fuad meminta Kempera meminta pengaturansubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar tingkat keterjangkauan semakin lebih baik, dengan cara meningkatkan dana subsidi hingga memberikan bunga semurah mungkin. (A-88/kominfo)***

Baca Juga

Pertamina Tambah 30 Persen Pasokan BBM

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Aktivitas masyarakat dalam menggunakan bahan bakar minyak atau BBM menjelang dan sesudah Lebaran akan diantisipasi Pertamina agar tidak terjadi kelangkaan.

Promosi Pakaian Lebaran di Pinggir Jalan

EKONOMI
PETUGAS mempromosikan pakaian yang dijual dengan potongan harga ke pengguna jalan, di salah satu pabrik di Jalan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Selasa (7/7/2015).

Yunani Bangkrut, Pemerintah Diminta Stop Utang Baru

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah segera menghentikan rencana penambahan utang baru, ditengah situasi ekonomi dunia yang limbung, paska default atau gagal bayar yang dialami negara maju Yunani beberapa waktu lalu.

Soal Pembalut Berklorin, Kemenkes Bertentangan dengan Regulasinya Sendiri

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan, klorin pada pembalut wanita sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan karena bersifat iritatif, bahkan karsinogenik.