Headlines

Disdik Sumedang Budayakan Guru Tulis Artikel

ADANG JUKARDI/"PRLM"
ADANG JUKARDI/"PRLM"
ERWIN Kustiman, Redaktur Opini Harian Umum Pikiran Rakyat yang juga Seksi Pendidikan PWI Jawa Barat yang menjadi nara sumber dalam “Pelatihan Penulisan Artikel di Media Massa”, tengah memaparkan teknik menulis artikel di media massa di hadapan para guru SD hingga SMA se-Kab. Sumedang di Aula Graha Insun Medal (GIM) Jln. Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Senin (5/11).*

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang akan membudayakan menulis artikel di kalangan guru sekaligus menanamkan gemar menulis dan membaca bagi para pelajar sejak dini. Sebab, dengan gemar menulis artikel bisa merubah paradigma berpikir sekaligus mengembangkan peradaban masyarakat lebih baik.

“Kita akan mengembangkan budaya menulis ini di-26 kecamatan. Berawal dari kalangan guru dulu, selanjutnya ditransformasikan kepada semua murid di sekolah. Untuk mendukung kegiatan ini, kita akan bekerjasama dengan pers guna mentransfer ilmu dan teknik menulis artikel yang baik hingga bisa dimuat di media massa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, Drs. Herman Suryatma, M.Si., dalam “Pelatihan Penulisan Artikel di Media Massa” di Aula Graha Insun Medal (GIM) Jln. Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Senin (5/11/12).

Acara tersebut diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Sumedang yang diikuti sekitar 200 guru se-Kab. Sumedang dari guru SD hingga SMA. Acara itu mengambil tema dari sebuah kalimat bijak “Menulis Tak Ubahnya Seperti Berenang. Sehebat apa pun Anda Mengetahui Soal Berenang, Anda Tak Akan Pernah Berenang Jika Tak Mau Menceburkan Diri ke Dalam Air”.

Pelatihan tersebut menampilkan dua orang nara sumber, Erwin Kustiman, Redaktur Opini Harian Umum Pikiran Rakyat yang juga Seksi Pendidikan PWI Jawa Barat, dan Arief Permadi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung dengan moderator Dedi Rustandi, wartawan di Kab. Sumedang.

Lebih jauh Herman menjelaskan, untuk membudayakan gemar menulis artikel di kalangan guru, perlu ditunjang dengan penyelenggaraan workshop atau seminar sederhana secara kontinyu dan terjadwal. Upaya lainnya, bisa menggelar lomba menulis artikel bagi para guru dan dilanjutkan di tingkat pelajar SD hingga SMA. Pelaksanaannya diupayakan Desember nanti.

“Mana mungkin murid senang menulis, kalau tidak diajarkan oleh gurunya sejak dini. Oleh karena itu, kita dorong supaya guru pandai menulis artikel. Apalagi, para guru di Sumedang yang rajin menulis artikel di media massa masih kurang. Ini bagian tanggungjawab kami untuk mendorongnya,” ujarnya.

Bukan tak mungkin, lanjut Herman, menulis artikel dimasukan ke dalam kurikulum di sekolah. Hanya saja, gagasan ini perlu dimusyawarahkan dengan seluruh komponen pendidikan. “Saya pribadi, sangat mendukung itu. Dengan gemar menulis dan membaca, bidang pendidikan bisa menjadi penyokong utama kemajuan pembangunan Sumedang,” tuturnya.

Sementara itu, Redaktur Opini HU. Pikiran Rakyat (PR), Erwin Kustiman mengatakan, pelatihan itu sangat penting supaya para guru tertarik menulis artikel di media massa hingga bisa menanamkan budaya gemar menulis di kalangan pelajar sejak dini. Apalagi budaya menulis artikel di masyarakat dinilai masih kurang. Namun, supaya terampil menulis artikel di media massa, perlu latihan berulang-ulang dengan waktu yang cukup panjang.

“Oleh karena itu, acara pelatihan ini harus ditindaklanjuti dengan kegiatan semacam workshop secara kontinyu. Kendala para guru dalam sesi diskusi, salah satunya mereka merasa kurang terkomunikasikan cara mengakses pengiriman artikel ke media massa. Tadi saya sebarluaskan alamat email untuk pengiriman artikel di PR. Untuk PR sendiri, tersedia Halaman Opini serta Halaman Pendidikan yang di dalamnya terdapat rubrik forum guru. Jadi, para guru bisa mengirimkan ide atau tulisan di halaman tersebut,” katanya. (A-67/A-88)***

×
Customize This