Perekaman Data e-KTP Kab. Bandung Baru Capai 61,79 Persen

PETUGAS merekam sidik jari warga pada perekaman data KTP elektronik (e-KTP) di Kantor Kecamatan Cangkuang, Jln. Raya Banjaran-Soreang, Desa Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jumat (2/11). Perekaman data e-KTP di Kabupaten Bandung hingga akhir Oktober baru ter
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM
PETUGAS merekam sidik jari warga pada perekaman data KTP elektronik (e-KTP) di Kantor Kecamatan Cangkuang, Jln. Raya Banjaran-Soreang, Desa Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jumat (2/11). Perekaman data e-KTP di Kabupaten Bandung hingga akhir Oktober baru tercapai 61 persen.*

SOREANG, (PRLM).- Sampai batas akhir perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) pada Rabu (31/10/12) baru mencapai 61,79 persen atau 1.409.687 orang. Perekaman data untuk e-KTP akan terus dilakukan sampai akhir tahun 2012 ini karena pemerintah pusat memperpanjang kembali batas akhir perekaman data.

“Akibat kekurangan peralatan dan jumlah pendduuk yang besar sehingga sampai saat ini perekaman data e-KTP baru mencapai 61,79 persen,” kata Kepala Bidang di Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kab. Bandung, Indriani, S.Sos, di ruang kerjanya, Jumat (2/11/12).

Lebih jauh Indriani mengatakan,.Kemendagri menetapkan jumlah penduduk Kab. Bandung yang wajib ikut e-KTP sebanyak 2.281.484 orang yang didanai dari pemerintah pusat untuk perekaman datanya. “Sedangkan perekaman data dengan dana APBD Kab. Bandung sebanyak 524.000 orang,” ujarnya.

Dengan target dari Kemendagri yang mengharuskan kabupaten/kota menyelesaikan perekaman data e-KTP maksimal pada akhir Oktober, sehingga berbagai upaya dilakukan Pemkab Bandung untuk meraih target sampai di atas 90 persen. “Namun sampai akhir Oktober baru mencapai 61,79 persen. Kami sudah bekerja keras bahkan operator kadang bekerja sampai dinihari seperti terjadi di Kec. Rancaekek dan Baleendah,” katanya.

Pihak kecamatan, kata Indriani, juga berupaya mengadakan jemput bola kepada masyarakat yang jauh dari kantor kecamatan. “Wilayah Kab. Bandung itu luas dan tersebar penduduknya ke daerah perbukitan atau pegunungan. Kita berupaya mendekatkan pelayanan perekamanan data e-KTP dengan membawa komputer ke balai-balai desa bahkan ke kantor RW,” ucapnya. (A-71/A-108)***

Baca Juga

Waspada Jika Beli Motor Bekas!

BANDUNG, (PR).- Bagi warga yang hendak membeli kendaraan bermotor bekas khususnya sepeda motor, hendaknya agar lebih mewaspadai kecocokan nomor fisik kendaraan dengan surat kendaraan. Hal itu untuk mengantisipasi kendaraan yang dibeli itu, merupakan kendaraan hasil kejahatan.

Saber Pungli Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diminta untuk menyosialisasikan pungutan yang boleh dan dilarang dilakukan oleh pemerintah desa. Dengan demikian, pemerintah desa bisa lebih optimal dalam menggali dan mengelola potensi-potensi pendapatan asli desa untuk pembangunan di desa.