Hasil Ikan di Sukabumi Turun Drastis

NELAYAN tengah mempersiapkan perahunya untuk pergi melaut di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Kabupaten Sukabumi, Rabu (31/10/12). Memasuki musim angin barat hasil tangkapan ikan turun hingga 90 persen.*
IRFAN SUBHAN/PRLM
NELAYAN tengah mempersiapkan perahunya untuk pergi melaut di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Kabupaten Sukabumi, Rabu (31/10/12). Memasuki musim angin barat hasil tangkapan ikan turun hingga 90 persen.*

PALABUHANRATU, (PRLM).- Memasuki angin barat hasil tangkapan ikan mengalami penurunan drastis, hal tersebut mulai dirasakan oleh nelayan di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, hampir satu bulan terakhir.

"Biasanya saat musim panen sehari bisa mendapat 50 ton tapi sekarang saat musim hujan dan angin barat paling banyak mendapat 1.5 kwintal ikan," tutur Pengurus Nelayan Cisolok, Somantri, Rabu (31/10/22).

Dia menambahkan penurunan hasil tangkapan diraskan oleh semua nelayan mulai dari melayan jaring, pancing, sampai rumpon. Bahkan jika dirata-ratakan penurunan ini hinga 90 persen.

"Sudah hampir satu bulan penurunan terjadi, bahkan untuk beberapa jenis ikan sperti layur mulai langka. Kemungkinan beberapa bulan ke depan nelayan bisa saja tidak melaut, karena gelombang bisa semakin tinggi,"kata Somantri.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu pemilik perahu rumpon, yang juga tokoh nelayan di Palabuhanratu, H. Dede Ola. Menurut dia jika musim barat tiba memang identik dengan hasill tangkapan laut yang menurun.

"Kalau perahu yang biasa beroperasi di zona ekonomi ekslusif jenis 10 gross ton (gt)juga mengalami kerugian. Bahkan untuk nelayan besar yang bisa beroperasi 70-80 mil dari Palabuhanratu, penurunan tangkapan ikan bisa sampai 90 persen lebih,"kata Dede.

Dikatakannya untuk modal per satu perahu sekali jalan biayanya mencapai Rp 5 juta. Namun, modal tersebut kini tidak seimbang karena dari sekali jalan tersebut dari hasil tangkapan ikan hanya mencapai Rp 1 juta.

Biasanya jika saat musim panen tiba, para nelayan bisa mendapat beberapa jenis ikan seperti tuna, cakalang, layur, dan tongkol. Bahkan untuk tuna dan layur, biasanya sudah memenuhi kualitas ekspor ke beberapa negara di Asia dan Eropa.Penurunan hasil tangkapan ikan juga dirasakan oleh nelayan di Cibangban Ciwaru, Ujung Genteng,dan Minajaya. (A-193/A-26).***

Baca Juga

Aksi Begal Marak, Polisi Siaga

DEPOK (PR).- Aparat Kepolisian Resort Kota Depok terus memburu begal sepeda motor di Leuwinanggung, Tapos Kota Depok. Perampok yang menusuk korbannya ini juga menggondol uang tunai sebesar Rp 30 juta.

Motif Gantung Diri Mahasiswa UI Masih Misterius

DEPOK, (PR).- Motif Vinsensius Billy (21), mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menggantung dirinya masih misterius. ‎Polisi belum bisa memastikan tekanan akademis dan anjloknya nilai kuliah menjadi penyebab Billy nekad mengakhiri hidupnya.

20 Tahun Penjara untuk Pengangkut 316 Kilogram Ganja

DEPOK, (PR).- Pengadilan Negeri Depok memvonis sopir truk lintas provinsi, Zulfikar (29) pidana 20 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti mengangkut 18 karung ganja dengan total berat 316 kilogram.

"Pareresan", Tradisi Syukuran Usai Panen

MAJALENGKA, (PR).- Warga Blok Sukaresmi, Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka melaksanakan pesta “pareresan” (pesta usai panen) dengan memotong kambing yang diolah beramai-ramai serta membuat tumpeng di halaman kantor balai kampung setempat, Jumat 3 Juni 2016.