Mitt Romney Dituduh Melakukan Plagiat

LUAR NEGERI

LOS ANGELES, (PRLM).- Pembuat acara TV “Friday Night Lights”, Peter Berg, menuduh calon presiden Amerika Serikat, Mitt Romney, mencontek kata-kata slogan dari acaranya tersebut untuk kampanye.

Peter Berg menulis surat kepada Mitt Romney pada Jum’at (12/10) kemarin yang berisi bahwa dirinya merasa tidak senang sang calon presiden partai Republikan itu menggunakan kata-kata “Clear Eyes, Full Hearts, Can’t Lose” dalam poster kampanye dan halaman facebook-nya.

Sebelumnya, dalam acara TV “Friday Night Lights”, seorang pelatih American Footbal
asal Texas bercerita tentang dirinya menggunakan kata-kata tersebut untuk menginspirasi pemainnya sebelum bertanding.

“Saya berterima kasih kepada Mr. Romney yang telah mendukung acara ini, tapi, tolong buatlah slogan kampanye sendiri.” ujar Berg.

Hingga saat ini, tim kampanye Mitt Romney tidak merespon tuduhan ini. (ryan-job/yahoo/A-107)***

Baca Juga

Serangan Bom di Istanbul, 10 Orang Tewas

LUAR NEGERI

ISTANBUL, (PRLM).- Pemerintah Turki sangat terpukul karena wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan bom. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (12/1/2016), serangan bom di kawasan turis di distrik Sultanahmet, pusat kota Istanbul, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 15 lainnya.

Turki Tangkap 65 Orang Terduga Teroris

LUAR NEGERI

ISTANBUL, (PRLM).- Usai terjadinya ledakan bom bunuh diri di Istanbul yang menewaskan banyak turis asing, pemerintah Turki pun langsung menggelar operasi perangsekan di sejumlah wilayahnya. Hasilnya, 65 orang ditangkap dengan tuduhan akan melakukan serangan teror di sejumlah wilayah di Turki.

Bahas Keamanan, Wakil PM Singapura Telepon Menteri Luhut

LUAR NEGERI

SINGAPURA, (PRLM).- Wakil PM Singapura Teo Chee Hean mengatakan, pihaknya telah meningkatkan keamanan di SIngapura. Selain itu, diirnya juga sudah menelepon Menkopolkam Luhut Panjaitan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban bom Jakarta.

Kasus Ebola Kembali Muncul di Sierra Leone

LUAR NEGERI

TONKOLILI, (PRLM).- Kasus kematian akibat virus Ebola muncul lagi di Sierra Leone, beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah tersebut berakhir Afrika Barat.