Harga Sapi di Banyumas Meroket, Kambing Diburu Pembeli

EKONOMI

BANYUMAS, (PRLM).- Harga sapi lokal menjelang Idul Adha 1433 meroket, berkisar antara Rp 1.5 – 2 juta dari kondisi normal. Sementara permintaan kambing antar provinsi dan antar pulau dari para peternak Banyumas dan sekitarnya seperti dan Cilacap, Brebes Jawa Tengah sangat bergairah.

Meski belum ada lonjakan permintaan, harga sapi lokal di pasar Ajibarang Banyumas meroket berkisar antara Rp 1.5 juta hingga 2 juta perekornya. Harga sapi lokal jantan usia 2 tahun hingga 2 tahun enam bulan harganya berkisar antara Rp 10.5 juta hingga 12 juta.

”Idul Adha tahun lalu hanya Rp 8 juta hingga 10.5 juta perekor. Pada hari-hari biasa rata rata Rp 8.5 juta hingga Rp 10 juta tergantung bobot sapi.”kata Wagiman (45) pedagang sapi asal Bumiayu Brebes.

Harga sapi per kilogram hidup saat ini saja sudah mencapai Rp 35.000 per kilogram, sebelumnya berkisar Rp 27.000-28.000 per kg. ”Kenaikannya yang luar biasa tidak diimbangi dengan jumlah transaksi dipasar hewan, masih relative sepi, ada kemungkinan mendekati hari H atau pembelinya datang langsung ke kandang peternak. Hari ini di pasar Hewan Ajibarang dari empat sapi yang saya bawa hanya laku satu,” jelasnya.

Untuk mensiasati pembeli, Wagiman yang masih memiliki tiga sapi, membeli empat ekor lagi untuk dijual di rumah untuk dijual menjelang Idul Adha .

Hari raya kurban ini sangat ditunggu peternak karena harga sapi lokal akan naik. Karena untuk kurban yang dipakai adalah sapi lokal, bukan impor.

Sebaliknya untuk pasar kambing menjelang Idul Adha sangat menggairahkan. Para pengepul kambing dan peternak kebanjiran order dari luar Jawa seperti Lampung, Medan, hingga kota-kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya

Gusir (45) pengepul kambing asal Ajibarang, Banyumas, mengaku sudah mensuplai ratusan kambing ke luar Jawa dalam dua pekan terakhir. “Itu belum pesanan dari Jakarta, Bandung saya sampai kewalahan,” katanya.

Untuk mengumpulkan kambing, dia harus berburu berkeliling mencari kambing dari pasar hewan satu ke pasar hewan lain, seperti Brebes, Tegal, Kebumen, Cilacap Banyumas atau ke peternak langsung.

Hari ini dirinya ke Cilacap mencari Kambing di pasar hewan setempat. Dalam setiap hari pasaran Gusir mampu membeli antara 10-20 ekor kambing. Setelah terkumpul sesuai dengan jumlah pesanan hewan ternak tersebut dikirim dengan truk ke alamat pengorder.

Keuntungan yang dia perolah cukup lumayan, minimal dia bisa mencari keuntungan Rp 50.000 perekor.

Saat ini harga kambing di tingkat pedagang sudah naik antara Rp 100.000 hingga 200.000 per ekor. Untuk kambing ukuran besar sebelumnya hanya Rp 1.3 juta kini sudah Rp naik Rp 1.5 juta per ekor dikota bisa mencapai Rp 1.7 bahkan hingga Rp 2 juta per ekor. (A-99/A-108)***

Baca Juga

Disiapkan Rp 2 Triliun untuk Hadapi Kekeringan

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah memandang serius ancaman kekeringan sebagai dampak El Nino yang akan menguat dari Agustus, September, Oktober, hingga November mendatang.

Distribusi Daging Sapi Terbatas, Harga Daging Melonjak

EKONOMI

TASIKMALAYA, (PRLM).- Pembatasan kuota distribusi sapi ke daerah berimbah terhadap kelangkaan sehingga kelangkaan tersebut memicu harga jual daging sapi melonjak. Hal ini dikhawatirkan sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.

HIPMI Kab Bandung Buka Pendaftaran Calon Ketua

EKONOMI

SOREANG,(PRLM).-Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bandung membuka pendaftaran calon ketua bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang berlatar belakang pengusaha.

UMKM Serap 32.591 Tenaga Kerja

EKONOMI

CIBINONG, (PRLM).- Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan di wilayahnya, koperasi sangat berperan penting dalam mendongkrak roda ekonomi. Pada 2014 terbentuk 1.695 unit koperasi baru.