Pertamina Buka Layanan Pengaduan Pelanggan

JAKARTA, (PRLM) - PT Pertamina (Persero) siap membuka layanan pengaduan bagi pelanggan yang kurang medapatkan fasilitas pelayanan memuaskan, baik dari kualitas maupun kuantitas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miiik persero tersebut di seluruh Indonesia.

“Pembukaan layanan pengaduan bagi pelanggan SPBU ini diperlukan agar Pertamina bisa memperoleh masukan yang diberikan pelanggan, sehingga perusahan ini dapat terus membenahi dirii dalam rangka menjaga kepuasan konsumen di tanah air,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (7/10/12).

Ali menekankan bagi pelanggan yang tidak mendapat layanan fasilitas kepuasan di SPBU Pertamina, maka pelanggan seyogianya dapat menghubungi nomor telepon (no kode area) 500-000, atau mengirimkan email ke pcc@pertamina.com. Selain itu, menurut dia, Pertamina menerapkan prosedur standar pelayanan bagi SPBU. Hal ini merupakan salah satu langkah perseroan dalam menghadapi persaingan di bisnis SPBU guna menjaga kepuasan konsumen agar tidak beralih kepada SPBU lain.

Standar yang diterapkan adalah pelayanan, lanjutnya, petugas SPBU harus melayani dengan Senyum, Salam dan Sapa (3S) dengan. memiliki keterampilan melayani dengan baik.

Estetika juga menjadi salah satu strategi untuk menarik pelanggan, yaitu dengan menetapkan standar format fisik yang konsisten, bersih dan terawat. Untuk menunjukkan sebuah SPBU telah memenuhi standar-standar tersebut, Pertamina memberi sertifikat dan tanda Pasti Pas di SPBU terkait. Pada tahap awal, SPBU yang sudah mendapat sertifikat yang akan diaudit secara ketat setiap bulannya.(kominfo/A-108)***

Baca Juga

Aher Optimistis Arab Saudi Akan Berinvestasi di Jabar

BOGOR, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyambut baik kedatangan Raja Salman Bin Abdul Azis ke Indonesia pada Rabu 1 Maret 2017 dan dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Istana Bogor.

Indonesia Tindak Lanjuti Enam Poin Kerja Sama UKM dengan Arab Saudi

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan menindaklanjuti enam poin nota kesepahaman (MoU) kerja sama mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan otoritas UKM Kerajaan Arab Saudi berlanjut.

Ini Bukti Perekonomian Jawa Barat Terus Membaik

BANDUNG, (PR).- Setelah membukukan kinerja yang positif pada 2016, perekonomian Jabar pada 2017 diperkirakan akan terus membaik. Laju pertumbuhan ekonomi Jabar diperkirakan akan berada pada kisaran 5,5 persen - 5,9 persen.