Server RIM Harus Dipindah ke Indonesia
JAKARTA, (PRLM).- Pakar telematika Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus mendesak Research In Motion (RIM) sebagai produsen smartphone BlackBerry untuk memindahkan servernya ke Indonesia.
"Berdasarkan analisa saya sangat mungkin bahwa Outage Service yang dialami RIM sedikit banyak terjadi karena penumpukan waktu tunggu (accumulated timeout) atas setiap pesan yang dikirim antar pengguna," kata Abimanyu di Jakarta, Kamis (4/10), menanggapi terjadinya gangguan layanan BlackBerry Messenger (BBM) yang terjadi sejak Rabu (3/10) siang sampai sore hari.
Dia menjelaskan, secara mudahnya accumulated timeout ini akan terjadi pada server RIM bila transmisi dikirim dengan link antar komputer yang panjang atau ke daerah yang lambat Internet.
"Namun, bila server RIM dipasang di Indonesia banyak bandwidth yang akan dihemat dan mengurangi timeout. Akan tetapi kita ketahui khusus untuk isu yang sudah menahun ini Kominfo bagai macan ompong yang sangat tidak berdaya menghadapi RIM," ujarnya.
Menurut Abimanyu, saat suatu layanan komunikasi error tentu menjadi suatu masalah terutama di negara yang masyarakatnya sangat aktif berinteraksi digital atau umumnya berkomunikasi baik suara maupun chatting. Hal itu apalagi bila terjadinya pada negara dengan jumlah pengguna yang besar seperti Indonesia.
"Kita ketahui bahwa Rabu siang dalam beberapa jam layanan BBM mengalami masalah, yang kemudian diklarifikasikan oleh RIM bahwa masalah itu terjadi pada layanan di Asia Pasifik.
Berdasarkan pernyataan RIM sore hari keadaan dikatakan kembali normal padahal bagi yang aktif menggunakan BB pasti merasakan bahwa sampai malam hari kinerja BBM menurun jauh dari biasanya," tuturnya.
Atas masalah itu, ujar dia, RIM telah mengirimkan permohonan maaf kepada publik. Tetapi untuk layanan berbayar seperti BB maka apa yang dilakukan RIM dinilai kurang bertanggung jawab. oleh karena itu, sewajarnya dan sebaiknya mereka menkompensasi kerugian pengguna atas masalah teknis yg terjadi tersebut.
"Dengan jumlah pengguna dari Indonesia yang sekitar 3 juta user maka jelas RIM sangat diuntungkan masyarakat Indonesia," katanya seraya menambahkan, itu sebabnya kalau mereka cukup professional maka sewajarnya RIM memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar permintaan maaf.
"Coba perhatikan kejadian tersebut, suatu hal yang bila dilakukan social media biasa seperti Facebook, Windows Live, Twitter, Google+ dll yang semuanya bebas biaya maka sekedar permohonan maaf sudah lebih dari cukup," kata Abimanyu.
Tetapi, lanjut dia, untuk layanan berbayar seperti BB maka apa yang dilakukan RIM kurang bertanggung jawab. "Sewajarnya dan sebaiknya mereka menkompensasi kerugian pengguna atas masalah teknis yg terjadi tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, RIM melalui akun Facebook BlackBerry Indonesia mengakui gangguan layanan di Indonesia. Gangguan layanan BlackBerry bahkan terjadi juga di kawasan Asia Pacific. Gangguan itu terjadi pada layanan BlackBerry Messenger. "Kami sedang menyelidikinya," kata pernyataan di akun yang mengatasnamakan BlackBerry Indonesia itu. (A-78/A-89)***
ane pke BB cuma kpake 1minggu
ane pke BB cuma kpake 1minggu doang lngsung ksiin ama bini, soalny garing banget HP ny kaga seruuu...!!!! lngsng ane bli android, trnyata lebih asyiiiiiiiiiiiikk...
ya ampuuuuuuuunn... sgitu
ya ampuuuuuuuunn... sgitu banggany kya ny orng2 pke BB, coba klo ga da fasilitas BBM mampus tuh BB..
udh hrs bayar paket, sering gangguan pulaaaa...
BB kbanyakan cuma buat life style doang...!!!
..RIM = SETAN,kita ngikut sj
..RIM = SETAN,kita ngikut sj apa kata rim..apa kt g bodoh,bego? Atw pura2 g tahu demi gengsi pake BB? Coba kalau kt tingglkn BB,apa rim akan diam sj? Nah kt jg kl dirugikn,protes donk atw tingglkn sj laynn BB,toh msh bnyk lynn lain yg lbh baik dr skdr rim
jd tmbh gk pengen pk BB, tp
jd tmbh gk pengen pk BB, tp napa org2 alay tu pd bangga banget bb ? liat org gk pk bb dianggpny kampring..
Post new comment