Kursus Pelatih Lisensi D Digelar Pengcab PSSI Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Untuk meningkatkan kualitas pelatih di lingkungan persatuan sepak bola (PS), Pengurus Cabang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bandung akan menggelar kursus pelatih untuk mendapat lisensi D. Dengan adanya kursus peningkatan kualitas pelatih tersebut diharapkan juga akan berdampak pada kemajuan tim sepak bola Bandung.

Demikian ungkap Ketua Bidang Organisasi Pengcab PSSI Bandung, Syarif Hidayat, saat ditemui di kantor Pengcab PSSI Bandung, Jln. Gurame, Rabu (3/10/12).

Ia menuturkan, semua pelatih tim dari setiap PS yang terdaftar sebagai anggota Pengcab PSSI Bandung yang belum memiliki lisensi D, diimbau agar mau mengikuti kursus tersebut. Hal itu karena, pada setiap kompetisi intern yang diselenggarakan Pengcab PSSI Bandung, akan mengacu pada kualifikasi pelatih berlisensi.

"Ini juga penting untuk masa depan karir seorang pelatih. Selain itu, ini adalah salah satu cara untuk menekan tindakan-tindakan tidak sportif pelatih seperti melakukan protes berlebihan saat berada dalam suatu kompetisi," ujarnya. (A-200/A-88)***

Baca Juga

Matthews Menang Sprint Etape XVI

ROMAN SUR ISERE,(PR).- Memenangi adu sprint finis di lomba balap sepeda paling bergengsi Tour de France (TdF) tak harus jadi milik sprinter terkemuka. Hal ini dibuktikan oleh Michael Matthews (26) asal Australia.

Striker Chelsea Kenedy Menyesali Video Rasisme yang Dibuatnya

GUANGZHOU, (PR).- Striker Chelsea Robert Kenedy mengaku menyesal dengan unggahan video berbau rasisme yang dibuatnya pada akun instagramnya. Ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah mendapatkan teguran dari klub, dan juga kecaman dari warga Tiongkok.

AJC 2017, Peluang Indonesia Raih Gelar Makin Berat

TANGERANG SELATAN, (PR).- Indonesia tinggal menyisakan satu wakil saja di sektor ganda campuran Asia Junior Championship 2017 nomor perorangan, setelah tiga pasangan Merah Putih lainnya tumbang di babak ketiga.

Pelanggaran Doping, UEFA Denda Manchester United

BERN, (PR).- Manchester United dan dua pemain mereka didenda UEFA, setelah mereka gagal memenuhi peraturan-peraturan anti-doping UEFA. Hal tersebut diutarakan badan sepak bola Eropa itu pada Senin, 31 Juli 2017 waktu setempat.