Aksi Buruh Macetkan Jalan Nasional

JAWA BARAT
SEJUMLAH pengendara motor terjebak kemacetan di Jalan Raya Ciwangi, Sadang, Kab Purwakarta, Rabu (3/10/12). Kemacetan sepanjang 3 km terjadi di beberapa ruas jalan utama di Purwakarta seiring dengan aksi mogok kerja masal puluhan ribu buruh.*
CECEP WIJAYA SARI/PRLM
SEJUMLAH pengendara motor terjebak kemacetan di Jalan Raya Ciwangi, Sadang, Kab Purwakarta, Rabu (3/10/12). Kemacetan sepanjang 3 km terjadi di beberapa ruas jalan utama di Purwakarta seiring dengan aksi mogok kerja masal puluhan ribu buruh.*

PURWAKARTA, (PRLM).- Sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Purwakarta macet menyusul aksi mogok kerja masal puluhan ribu buruh dari berbagai serikat pekerja di Purwakarta, Rabu (3/10/12). Kemacetan di antaranya terjadi di Jalan Raya Ciwangi, Sadang, dan Jalan Raya Bungursari sepanjang 3 km.

Di Jalan Raya Ciwangi, kemacetan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung sekitar satu jam. Ini terjadi akibat aksi pemblokiran di ruas jalan tersebut sehingga menyebabkan kemacetan tak terhindarkan.

Arus lalu lintas di jalan yang menghubungkan Purwakarta dan Cikampek tersebut sempat tersendat akibat penumpukan kendaraan. Ruas jalan yang sejatinya digunakan untuk dua lajur menjadi satu lajur. Sejumlah pengendara motor yang hendak menuju daerah kota dari arah Cikampek terpaksa berputar arah untuk mengindari kemacetan.

Aksi puluhan ribu buruh di Purwakarta kemarin berlangsung di dua titik, yakni di kawasan industri Bukit Indah City (BIC) dan Gedung DPRD Purwakarta. Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Purwakarta itu menuntut penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) dan pergantian kerja waktu tertentu (PKWT).

Ketua FSPMI Purwakarta, Fuad BM mengungkapkan, hingga kini masih banyak perusahaan yang masih memberlakukan sistem outsourcing yang merugikan buruh. Dari 35 perusahaan di kawasan BIC dengan total sekitar 25.000 perkerja, menurut dia, baru 10 perusahaan di antaranya yang menghapuskan sistem tersebut.(A-192/A-88)***

Baca Juga

Musim Kemarau, Warga Randegan Mencari Remis

JAWA BARAT
DUA ibu rumah tangga sedang mencari remis di Sungai Cipelang. Musim kemarau membawa berkah bari pencari remis, sehari seorang pencari remis bisa memperoleh hingga 10 kg dengan harga jual setiap kilongramnya mencapai Rp 16.000.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Musim kemarau membawa berkah bagi sejumlah warga di wilayah Desa Randegan, dan Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Mereka setiap hari bisa memungut remis dari dasar sungai di aliran sungai Cipelang dan Sindupraja.

Kebakaran Gunung Ciremai Dinyatakan Status Darurat

JAWA BARAT
Kebakaran Gunung Ciremai Dinyatakan Status Darurat

KUNINGAN, (PRLM).-Kebakaran yang telah berlangsung selama sepekan melanda lereng puncak Gunung Ciremai, kini sudah dinyatakan masuk status darurat dan perlu segera mendapat penanganan serius.

Seorang Peneliti dan Tujuh Tim Terima Penghargaan LIPI

JAWA BARAT
SALAH satu peneliti menerima Inventor Award dalam puncak peringatan HUT Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ke-48, di Cibinong Sience Center, Senin (24/8/2015).*

CIBINONG, (PRLM).- Seorang peneliti dan tujuh tim lain mendapatkan anugerah Inventor Award untuk hasil penelitian yang berjasa menghasilkan penemuan baru.

PT Prayoga Merugi, Butuh Tambahan Penyertaan Modal

JAWA BARAT

CIBINONG, (PRLM).- Setelah beroperasi empat tahun, PT Prayoga Pertambangan dan Energi Kabupaten Bogor belum untung. Akan tetapi, salah satu anak perusahaan PT PPE yang bergerak di pencampur aspal sudah mampu berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Bogor.