Headlines

Data DP4 untuk Pemilukada Kab. Sumedang Banyak Kesalahan

SUMEDANG, (PRLM).-Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang 2013 yang dibuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kab. Sumedang, banyak kesalahan.

Selain ada sejumlah nama penduduk ganda, juga ada penduduk yang sudah pindah dan meninggal dunia bertahun-tahun. Kondisi itu seperti DP4 yang ada di Desa Mekerjaya, Kec. Sumedang Utara.

“Heran, kenapa masih banyak kesalahan data di dalam DP4 ini. Saya menduga kuat, data penduduk yang ada di DP4 masih menggunakan data lama. Kenapa Disduk Capil tidak membuat DP4 ini sesuai e-KTP (KTP elektronik) yang datanya up to date,” kata Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana ketika ditemui di kantornya, Senin (1/10).

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan dirinya, di dalam DP4 itu relatif banyak nama penduduk ganda, warga yang sudah pindah dan sudah meninggal dunia bertahun-tahun. Contoh nama penduduk ganda, atas nama Darso warga Dusun Keboncau RT 01/RW 01. Selain itu, penduduk yang sudah meninggal dunia lima tahun lalu, yakni Mamat Rahmat dengan alamat yang sama.

“Yang saya periksa, baru satu RT, apalagi kalau semuanya. Masa, ada warga yang sudah meninggal dunia lima tahun lalu masih terdata dalam DP4? Padahal, DP4 ini sangat penting untuk acuan pembuatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilukada Kab. Sumedang dan Pilgub Jabar 2013 nanti,” katanya .

Dudung mengatakan, berbagai kesalahan data penduduk dalam DP4 itu dinilai ironis. Pasalnya, proses pendataannya dilakukan oleh petugas independen selama sebulan, langsung door to door kepada warga.

Bahkan proses pendataannya menggunakan KTP, KK (kartu keluarga), akta kelahiran dan surat nikah. Petugas pendataan tersebut, direkrut Disduk Capil di wilayah desanya. Bahkan terlebih dahulu, mereka diberikan diklat tentang teknis pendataannya.

“Akan tetapi, kenapa masih ada kesalahan. Ketika terjadi kesalahan, aparat di bawah (desa-red) yang katempuhan jeung dikekesek (kena getahnya dan ditekan-red). Warga juga pasti pusing dan kecewa. Kemarin sudah didata sesuai KTP, KK, akta kelahiran dan surat nikah, tapi masih salah juga. Nanti, didata lagi dan diverifikasi oleh KPU melalui petugas pemutakhiran data,” ujar Dudung.

Ketika dikonfrmasi di kantornya, Kabid Informasi Kependudukan, Disduk Capil Kab. Sumedang, Setia Hadi didampingi PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) e-KTP, Guna Wikarya membenarkan, data penduduk yang ada di dalam DP4 itu menggunakan data lama. Sementara alasan tidak menggunakan data sesuai e-KTP, karena semua datanya masih ada di tingkat pusat.

“Walaupun ada kesalahan, seperti dobel nama, warga yang pindah dan sudah meninggal dunia, tapi nanti akan diverifikasi lagi oleh KPU melalui petugas pemutakhiran data. Jadi, kalau ada yang salah, tinggal dicoret saja oleh petugas pemutakhiran data. Kegiatan verifikasi DP4 ini acuan untuk pembuatan DPS dan DPT. Jadi, para kades tidak perlu repot-repot mendata dan memeriksa DP4. Cukup mencocokan dan merekap lagi data penduduk sesuai hasil verifikasi nanti,” tuturnya.

Namun, Setia Hadi membantah Disduk Capil telah merekrut petugas pendataan di tingkat desa untuk pembuatan DP4. Data-data penduduk dalam DP4 itu, berdasarkan data Sistem Administrasi Kependudukan (SAK).

“Jadi, kami tidak pernah merekrut petugas pendataan DP4 di tingkat desa. Terlebih petugas Disduk Capil hanya sampai di tingkat kecamatan,” ujar Setia Hadi. (A-67/A-89)***

Facebook Comments Box