Headlines
Seusai Panen Padi

Seni Tradisi Rengkong Hatong Bentuk Rasa Syukur

RETNO HERIYANTO/"PRLM"
RETNO HERIYANTO/"PRLM"
SENI tradisi Rengkong Hatong masih dimainkan warga Kota Bogor.*

BANDUNG, (PRLM).- Mendengar nama kesenian tradisional Rengkong Hatong asal Kota Bogor masyarakat pecinta dan penikmat seni akan merasa sangat asing. Namun begitu menyaksikan langsung pergelaran seni tradisi asal Kota Bogor yang merupakan Program Pewarisan dan Revitalisasi Seni Tradisi 2012 yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (BPTB Jabar), langsung akan merasa mengenal.

Demikian pula saat pengunjung Teater Terbuka BPTB Jabar (Dago Tea House) pada Sabtu (29/9) malam menyaksikan langsung. Kesenian yang pernah hidup dan mewarnai masyarakat agraris daerah Bogor dan sekitarnya merupakan bentuk lain rasa syukur masyarakat saat membawa hasil panen padi dengan menggunakan rengkong (alat pikul ikatan padi).

Rengkong merupakan salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda Kesenian ini dikenal dari tata cara masyarakat Sunda zaman dahulu, ketika menanam padi sampai dengan menuainya dan menyimpannya di leuit (lumbung padi).

Pada saat itu, belum ada alat transportasi untuk mengangkut padi ke lumbung. Para petani menggunakan bambu sebagai alat pikul padi. Pikulan yang membawa berat beban kurang lebih 10 sampai 20 kilogram ini diikat dengan tali ijuk. Setiap berjalan, pikulan ini menghasilkan bunyi, yang dihasilkan dari pergesekan tali ijuk dengan pikulan. Dari sini kesenian rengkong bermula

Peralatan untuk memainkan seni rengkong terbilang sederhana. Terdiri dari bambu gombong, tali ijuk, minyak tanah, dan satu impitan tangkai padi. Bambu gombong berfungsi sebagai pikulan. Tali ijuk berfungsi sebagai pengikat padi yang digantung pada pikulan.

Padi, yang kisaran beratnya 10-20 kg sebagai beban pikul. Sedangkan minyak kelapa fungsinya sebagai pengesat gesekan antara tali dan pikulan untuk menghasilkan suara yang keras.

Sementara hatong, dogdog dan angklung buncis merupakan peralatan lainnya sebagai pengiring Hatong sebagai alat musik utama merupakan alat tiup yang terbuat dari bambu dan menghasilkan suara melodi seperti seruling yang mengiringi rengkong dengan bunyinya yang sangat khas, menyerupai suara katak.

“Bukan perkara mudah untuk kembali melakukan revitalisasi kesenian tradisional yang sudah hampir punah dan diwarisakan serta mementaskannya kembali. Namun dengan berbagai upaya dimana tokoh seni rengkong hatong hanya tinggal seorang, akhirnya kami (BPTB Jabar) bersama Disparbud Kota Bogor berhasil melakukannya dan pegelaran malam ini menjadi bukti,” ujar Kepala BPTB Jabar Dra. Hj. Rosdiana Rachmiwaty, M.Si. (A-87/A-147)***