Headlines

Selain Tingkatkan Daya Tahan, Balut Juga Mendongkrak Keperkasaan

HUMINCA/"PRLM"
HUMINCA/"PRLM"
SALAH satu jongko penjual Balut di Davao. Balut salah satu makanan eksotik Filipina yang kaya protein dan vitamin.*

PRLM - TRADISI memakan balut dipercaya akan meningkatkan stamina lantaran balut kaya vitamin dan protein. Oleh karena itu, menurut Marilyn, salah seorang warga Davao yang menemani liburan saya ke sana belum lama ini, balut begitu disukai warga Filipina lantaran menyehatkan.

Selain itu, balut juga dianggap sebagai makanan aphrodisiac atau pembangkit gairah seks. Dengan segala benefitnya itu, kendati menyeramkan, makanan ini tetap populer di Davao. Jongko penjual balut mudah ditemui di sejumlah pinggiran jalan di Davao, seperti halnya tukang gorengan yang gampang dijumpai di setiap jalan di Kota Bandung ini.

Selain balut, makanan eksotik Filipina lainnya, di antaranya kwek-kwek (telur bebek rebus yang dicelupkan dalam adonan tepung berwarna oranye lalu digoreng), tempura cacing dan juga gorengan jangkrik.

Untuk kedua makanan terakhir ini, saya tidak berani mencobanya. Sejumlah teman mengherankan itu lantaran bagi sejumlah orang makan balut lebih menyeramkan dan menjijikkan daripada makan gorengan jangkrik.

Umm... mungkin ini soal selera atau bisa jadi, saya berani makan balut karena telur yang dimakan sebenarnya, belum sepenuhnya layak disebut sebagai balut (berumur 15 hari).

Apapun itu, mau yang 19 hari ataupun 15 hari, yang jelas balut bukan makanan untuk yang penakut. (Huminca/"PRLM"/A-88)***