Kajian Dampak Lingkungan Galian C Minim

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Tertutupnya Sungai Cikupa, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekrong, Kabupaten Cianjur dinilai karena tidak diperhatikannya kajian lingkungan bagi aktivitas Galian C yang diberi ijin oleh Pemkab Cianjur. Demikian diungkapkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Koordinator Bogor, Puncak, Cianjur (Bopunjur), Eko Wiwid saat dikonfirmasi "PRLM", MInggu (23/9).

"Ini menunjukan kejian lingkungan untuk ijin-ijin galian C tidak diperhatikan sebagai bagian yang penting oleh Pemkab Cianjur saat memberikan ijin. Apalagi di wilayah Gekbrong, ada puluhan aktivitas galian C," katanya.

Seandainya saja, kata Eko, warga tidak mengeluhkan air yang tidak mengalir lantaran sungai tertutup material longsor. Bisa saja, Sungai tersebut lama kelamaan hilang akibat longosoran galian C.

"Dan ini sudah menjadi kerusakan lingkungan yang amat berat sampai penambangan membuat sungai menjadi hilang. Dari pengamatan yangkami lakukan, tidak jarang para penambangan di Gekbrong ini sengaja menutup sungai dengan longosran dan menganggap sungai itu tidak ada lalu mereka menambang pasir sungai tersebut," tuturnya.

Dari data Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Cianjur, hanya sekitar 20 persen dari sedikitnya 100 Galian C yang ada di Cianjur melakukan kajian lingkungan melalui rekomendasi yang dikeluarkan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Cianjur.

Untuk memperoleh ijin melakukan operasi galian C, para perusahaan diharuskan membuat kajian lingkungan yang nantinya ditandai dengan dikeluarkannya surat rekomendasi kelayakan lingkungan dari KLH Cianjur.

"Kalau ternyata di lapangan banyak galian C namun belum ada kajian lingkungan, ijinnya pun bisa dipertanyakan. Selain itu, mereka yang mempunyai ijin bisa juga tidak memperhatikan dampak lingkungan" ucap Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran KLH Cianjur, Evi Hidaya

Meski demikian, kata Evi, KLH Cianjur sudah berupaya lebih aktif untuk mendorong para pengusaha galian C segera melakukan kajian lingkungan.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Cianjur menyatakan tidak segan-segan untuk menindak perusahaan galian C yang beroperasi tanpa mengantongi ijin.

“Kami tak akan pandang bulu untuk menindaknya, tetapi disesuaikan dengan pelanggarannya,” kata Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kab. Cianjur, Yadi Supriadi. (A-186/A-26).***

Baca Juga

BPLHD Kuningan Mengangkat Sampah Sungai Citamba

JAWA BARAT
BPLHD Kuningan Mengangkat Sampah Sungai Citamba

KUNINGAN, (PRLM).-Bagian alur Sungai Citamba di kawasan pusat perkotaan Kabupaten Kuningan, kembali mendapatkan gerakan operasi bersih sampah, Kamis (6/8/2015).

PNS Jabar Wajib Jadi Anggota Koperasi

JAWA BARAT

CIBINONG, (PRLM).- Program pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Jawa Barat wajib menjadi anggota koperasi segera dideklarasikan 19 Agustus 2015 mendatang.

Dua Pemuda Lakukan Penganiayaan Karena Pacar Direbut

JAWA BARAT

MAJALENGKA,(PRLM).- Dua pemuda Juju Junaedi dan Fikri Komarudin warga Desa Kertasari Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka yang tengah nongkrong di jembatan layang tol Cikampek-Palimanan (Cipali) tepatnya di Dusun Antranaya, Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dianiaya dua

Masa Jabatan Terpotong, Sejumlah Kuwu Minta Kompensasi

JAWA BARAT
SEJUMLAH kuwu di Kabupaten Majalengka yang jabatannya tergeser akibat pemilihan kuwu serentak sedang beraudiensi dengan Komisi A, DPRD Majalengka menuntut kompensasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan alasan masa jabatannya masih cukup lama nam

MAJALENGKA,(PRLM).- Sejumlah kepala desa di Kabupaten Majalengka yang masa jabatannya terpotong akibat kebijakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak mengadukan nasibnya ke Komisi A, DPRD Majalengka meminta agar mereka mendapat kompensasi atas masa jabatannya yang terpotong tersebut, Senin (