Jumat, 24 May, 2013

TPSA Pasir Sembung dikeluhkan warga

CIANJUR, (PRLM).- Warga di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Sembung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur mengeluhkan terganggu dengan kepulan asap yang diduga akibat terbakarnya sampah di TPSA tersebut. Selain itu, mereka juga megeluhkan bau tak sedap dari TPSA.

"Kalau bau sudah lama dikeluhkan dan kami sudah bosan untuk mengeluh karena memang dekat dengan lokasi TPSA, namun yang kini kami keluhkan asap dari ribuan kubik sampah yang terbakar," kata Asep (35), warga setempat, Rabu (19/9).

Asep mengatakan dengan kondisi tersebut warga mengkhawatirkan akan terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kepulan asap dari TPSA sudah terjadi dua hari terkahir.

Bahkan saat ini, kata Asep, sebagian besar warga di Desa Sirnagalih, menurut Acep, terpaksa menggunakan masker saat melakukan aktivitas sehari-hari.

"Kami ingin pemkab Cianjur bisa mengatasi masalah ini secepatnya. Sekarang tidak lagi bau tapi asap dari sampah juga sudah menganggu kami," tuturnya.

Kepala Desa Sirnagalih Agus Zenal Abidin menuturkan asap yang timbul di TPSA diduga akibat terbakarnya tumpukan sampah karena kemarau. "Sampah-sampah ini kan menimbulkan gas metan dan karena kemarau bisa saja terbakar. Namun, kami yakin tidak ada kesengajaan dibakar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Rudi Syachdiar Hidajath saat dikonfirmasi mengatakan wajar jika terjadi kebakaran lantaran sampah dibiarkan menumpuk.

"Tumpukan sampah yang mengandung gas metan ini jika dibiarkan terus dan terkena sengatan panas pada titik tertentu bukan tidak mungkin akan terbakar," ucapnya.

Oleh karena itu, kata Rudi, DPRD Cianjur mendesak Dinas Kebersihan untuk segera memikirkan pengelolaan sampah di TPAS Pasir Sembung yang mengakibatkan terbakarnya ribuan kubik sampah di lokasi tersebut.

"Satu langkah penting yang harus dilakukan adalah dengan mengatasi tumpukan sampah. Bisa dengan pengelolaan sampah yang lebih modern dan tidak hanya ditumpuk atau mencari lahan baru untuk dijadikan TPSA yang baru," tuturnya.

Pengelolaan sampah menjadi kompos yang selama ini dilakukan di TPSA Pasir sembung, kata Rudi, sangat berguna karena Kab. Cianjur. Namun itu hanya sedikit saja membantu karena volume sampah tiap tahun selalu bertambah.

"Makanya segera diperlukan pengelolaan baru yang lebih tepat. Di Bali saja sampah itu dicari masyarakat karena akan dikelola untuk dijadikan pupuk. Nantinya mereka menjual pupuk itu dan tentunya akan menjadi penghasilan bagi masyarakat dalam mendongkrak pendapatan," tuturnya.

Sedangkan, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh saat ditemui di acara PMI di Cipanas mengaku terus mencari solusi penanganan sampah agar tidak sampai melebihi kapasitasnya. Salah satunya adalah pengelolaan sampah menjadi kompos.

"Masalah sampah ini harus segera teratasi. Tempat pembuangan sampah di Pasir Sembung dinilai memang sudah tidak layak lagi. Sebenarnya kami sudah membuat TPAS Pasir Bungur di Kecamatan Cibeber, tapi dinilai belum layak. Sampai saat ini kami masih mencari lokasi yang dinilai layak dari sisi apapun," ucapnya.(A-186/A-26).***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR