Distribusi Kuota BBM Takkan Meleset
JAKARTA, (PRLM).- Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini berjanji pendistribusian dan penggunaan kuota bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan meleset di tahun-tahun mendatang. Kuota BBM bersubsidi dalam RAPBN 2013 adalah sebesar 46,01 juta KL. Hal itu disampaikannya Selasa (18/9) di Jakarta.
Menurut dia, optimisme kuota tersebut dikarenakan program penghematan pelarangan kendaraan dinas, pertambangan, dan perkebunan memakai BBM bersubsidi bakal berjalan penuh mulai 1 Januari 2013.
Sementara, pada 2012, program serupa hanya efektif 2-3 bulan terakhir saja. Di tambah lagi, pemakaian BBM di Kalimantan pada tahun depan akan makin diperketat.
Kemudian, program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan juga makin luas dan meningkat.
Menurut Rudi, sebenarnya konsumsi BBM tanpa program optimalisasi bisa mencapai 48,76 juta kiloliter.
"Kalau business as usual konsumsi bisa 48,76 juta kiloliter, namun dengan skenario optimalisasi menjadi 46,01 juta kiloliter," ujarnya.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo mengatakan, kebutuhan dana subsidi untuk tambahan 4,04 juta kiloliter adalah sekitar Rp 16 trilyun. "Nilai itu dengan asumsi besaran subsidi sebesar Rp 4.000 per liter," katanya.
Kuota 44,04 juta kiloliter terdiri dari premium 27,84 juta KL atau meningkat 3,43 juta KL dibandingkan kuota APBN Perubahan 2012 sebesar 24,41 juta KL. Minyak tanah 1,2 juta KL atau turun 500 ribu kiloliter dibandingkan 1,7 juta KL, dan solar 15 juta KL atau naik 1,11 juta KL dari 13,89 juta KL. Penambahan kuota elpiji 3 kg sebesar 220.000 ton menjadi 3,83 juta ton dibandingkan sebelumnya 3,61 juta ton. (A-78/A-26).***
Post new comment