Proyek Jalan Rabat Beton PNPM Cepat Rusak

JAWA BARAT
PROYEK pembangunan jalan rabat beton melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon yang baru tuntas 70 persen sudah rusak berat. Tampak salah satu ruas jalan tersebut, Senin (17/9).*
AKIM GARIS/PRLM
PROYEK pembangunan jalan rabat beton melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon yang baru tuntas 70 persen sudah rusak berat. Tampak salah satu ruas jalan tersebut, Senin (17/9).*

SUMBER, (PRLM).- Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) berupa jalan rabat beton di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon yang baru selesai 70 %, fisiknya sudah rusak hingga disesalkan masyarakat setempat.

Informasi yang dihimpun Senin (17/9) pekerjaaan proyek yang menggunakan anggaran PNPM dalam pelaksanaannya diduga tidak menggunakan panduan konstruksi yang benar. Di antaranya dalam perbandingan campuran antara pasir dengan semen yang tidak memenuhi syarat standar.

"Coba saja lihat sekarang kondisi badan jalan kembali seperti tanah dan batu, sudah tidak nampak lagi. Sebab cor-coran semen badan jalan rabat beton telah rusak parah,” kata seorang warga.

Kuwu Desa Bungko H. Moch Carkim membenarkan pemerintah desanya telah mendapatkan projek bantuan PNPM, namun, dirinya mengaku tidak pernah turut campur karena, dalam pelaksanannya yang mengerjakan langsung Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).

“Kalau mau konfirmasi soal proyek rabat beton, sebaiknya langsung saja ke Pa Muklis selaku Ketua OMS Desa Bungko,” kata Carkim. Sementara itu, Ketua OMS Desa Bungko, Muklis mengaku telah mengerjakan proyek rabat beton dari PNPM dengan anggaran sebesar Rp 88 juta dan dikerjakan mulai 22 Mei 2012 lalu. “Pembangunan jalan rabat beton sebenarnya baru selesai 70 %,” kata Muklis.

Disebutkan, proyek yang dikerjakan bukan jalan utama dan banyak jalan alternatif lain yang menunju jalan ke permukiman atau ke kantor desa. Tetapi, masyarakat tidak sabar ingin langsung menggunakan jalan yang baru dibangun hingga akibatnya fisik badan jalan rabat beton hancur lagi.

Dikatakan, untuk memperbaiki badan jalan rabat beton masih menunggu pencairan dana yang masih tersisa 30 % lagi.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Bangunan Gedung & Permukiman Dinas Cipta Karya & Tata Ruang Kabupaten Cirebon, Ir. Arief Budiprayitno mengungkapkan, projek PNPM baru selasai 70 % tetapi kondisinya sudah rusak, sisa dana yang 30 % tidak bisa dicairkan, sebelum kondisi fisiknya benar-benar baik.

Airef mengaskan, OMS harus bertanggung jawab terhadap fisik bangunan jalan rabat beton dan tidak ada alasan masyarakat susah diatur. "Sebab proyek PNPM itu memakai uang negara yang bersumber dari masyarakat juga melalui pajak, retribusi dan lainnya," katanya.

Dia menambahkan OMS harus mengamankan fisik proyek hingga berjalan baik sampai serah terima dengan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Desa Bungko.(A-146/A-147)***

Baca Juga

Tiga Spesialis Curi Ban dan Accu Truk Diringkus

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Tiga orang tersangka spesialis pencurian ban cadangan dan accu truk, Jumat (20/3/2015) ditangkap petugas Polsek Pamanukan. Pada saat penangkapan sempat terjadi aksi kejar kejaran antara mobil yang dikendarai tersangka dengan mobil patroli polisi.

Sejumlah Wilayah di Cianjur Diterjang Bencana

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, Minggu (22/3/2015) petang mengakibatkan sejumlah bencana alam terjadi di Cianjur. Banjir yang merendam sejumlah rumah warga terjadi dibeberapa titik.

Polisi Amankan Empat Pelaku Curanmor

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- HD alias Enda (34) warga Kampung Cibolangpeuntas, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2015) dibekuk unit buru sergap Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Markas Kepolisian Sektor Cisaat.

Peredaran Daging Babi Hutan Sudah Lama

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz tidak hanya tercengang setelah memperoleh kabar Unit Buru Sergap Satuan Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Mapolres Sukabumi Kota berhasil mengungkap perdagangan babi hutan alias celeng kepada masyarakat.