Rabu, 22 May, 2013

BRI Dorong Kredit Ketahanan Pangan

JAKARTA, (PRLM).-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Secara kongkret, Bank BRI akan memberikan kredit dalam menyukseskan program ketahanan pangan (KKP-E) serta program pengembangan tanaman bahan baku bahan bakar nabati.

“Kreditnya dalam bentuk investasi atau modal kerja,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta.

Dikatakan Ali, penerima kredit ini, yakni KKP-E, antara lain petani, koperasi dan kelompok Tani. Perusahaan akan memberi plafon maksimal kreditnya sebesar Rp 500 Juta untuk maksimal tenornya lima tahun.

“Objek yang dapat dibiayai yakni pengembangan tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, koro, kacang hijau, perbenihan (padi, jagung dan atau kedelai),” papar Ali.

Tak hanya itu, ada juga yang dibiayai seperti pengembangan hortikultura, bawang merah, cabai, kentang, bawang putih, tomat, jahe, kunyit, kencur, pisang, salak, nenas, buah naga, melon, semangka, pepaya, strawberi, pemeliharaan manggis, mangga, durian, jeruk, apel dan atau melinjo.

Perusahaan juga menyasar pengembangan perkebunan budidaya tebu, pemeliharaan teh, kopi robusta, kopi arabika dan atau lada. Kemudian ada juga pengembangan peternakan, sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, ayam ras, ayam buras, itik, burung puyuh, kelinci dan atau babi.

Sedangkan di perikanan pelayanan kredit diberikan untuk membiayai modal kerja usaha penangkapan ikan melalui KUB atau pembudidayaan ikan melalui pokdakan. “Masih soal ikan, ada juga biaya untuk penangkapan ikan, meliputi kegiatan usaha penangkapan dengan menggunakan alat tangkap pancing, jaring dan pukat beserta turunannya,” kata Ali.

Menurut dia, tak hanya penangkapan, budidaya ikan juga menjadi obyek kredit. Pembudidayaan ikan, meliputi kegiatan usaha pembudidayaan udang, bandeng, kerapu, kakap, nila, gurame, patin, lele, ikan mas, dan rumput laut.

Disebutkan, BRI merupakan penyalur kredit KKP-E terbesar di antara 22 bank pelaksana lainnya, dengan market share lebih dari 50% atau lebih dari Rp 1,9 triliun, dari total outstanding perbankan nasional yakni lebih dari Rp 3,46 triliun pada Juni 2012.

“Untuk total akumulatif penyaluran kredit ini dari tahun 2007 sampai dengan semester I tahun 2012 adalah Rp 4,7 triliun dengan total debitur 300 ribu petani di seluruh Indonesia,” ujar Ali.(A-78/A-107)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.