Tiket Masuk Kawah Putih Mahal

BANDUNG,(PRLM).- Pengalihan kunjungan wisatawan ke Kawah Putih menimbulkan masalah setelah wisatawan melakukan komplain akibat sikap ugal-ugalan sopir dan petugas di kawasan wisata Kawah Putih.

Hal itu dikatakan Penasehat Asosiasi Travel Agen Wisata (Asita) Jabar, Hilwan Saleh yang ditemui disela-sela halal bin halal Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Jabar di Museum Sri Baduga, Jln. BKR Bandung, Kamis (30/8).

“Selain itu tiket masuk ke Kawah Putih juga sangat mahal, sedangkan pengelolaan transportasinya pun kurang optimal. Banyak wisatawan yang komplain," ujar Hilwan.

Salah seorang operator agen perjalanan di Bandung, Josef mengaku selama ini kecewa dengan petugas tiket di TWA Tangkubanparahu. Mereka melakukan interogasi kepada suluruh wisatawan yang dibawa oleh perusahaannya. Dikatakannya, wisatawan yang dibawa adalah orang Jakarta dianggap sebagai wisatawan Malaysia. "Untuk membuktikannya kami sampai mengeluarkan KTP, tetapi mereka tetap tidak percaya," ujarnya.

Selain di Tangkubanparahu, Josef pun mengaku kecewa dengan pengelola Kawah Putih. Tiket masuk yang mahal serta kurang profesional para petugas menjadi sorotan para agen perjalanan karena merugikan dan membahayakan para wisatawan. Walaupun demikian, Josef mengaku tidak kapok membawa wisatawan ke Kawah Putih maupun objek wisata lainnya di Jabar.

Josef berharap, pemerintah membenahi sistem pengelolaan objek wisata termasuk sumber daya manusia (SDM)-nya. "Kalau pariwisata Jabar ingin menaikkan kembali citranya, SDM-nya yang harus segera dibenahi," ujar Josef. (A-87/A-26).***

Baca Juga

Gubernur Ajak Warga untuk Selalu Bergerak

BANDUNG, (PR).- Aktivitas statis seperti duduk terlalu lama sehingga tubuh kurang bergerak dipercaya tak baik untuk kesehatan. Kondisi seperti ini juga akan memicu banyak penyakit, apalagi dibarengi oleh pola hidup tidak sehat.

#KlipingPR Polusi Cahaya Ganggu Pengamatan Gerhana

PADA 10 tahun lalu, Selasa 28 Agustus 2007, terjadi Gerhana Bulan Total (GBT), sejumlah orang berduyun-duyun untuk menyaksikan gerhana tersebut. Hal tersebut sebagaimana diberitakan Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi 29 Agustus 2007.