Masyarakat Butuh Seni dan Budaya

SENI BUDAYA

BANDUNG, (PRLM).- Masyarakat sangat membutuhan kehadiran seni budaya, bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Seni budaya hidup menjadi lebih indah dan seni merupakan bagian dari kehidupan, seni merupakan fardhu ain bagi kehidupan kita. Apalagi agama merupakan sumber seni.

“Agama tidak menentang seni, akan tetapi kita sebagai ummatnya harus mengoreksi seni agar jangan sampai bertentangan dengan agama. Islam meluruskan seni, bukan Islam bertentangan dengan seni," Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara halal bi halal yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, bertempat di Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, Jalan BKR, Kamis (30/8).

Sementara tentang keberadaan Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar akan merenovasi museum pada tahun 2013. Bahkan, rancangannya sudah dilakukan sejak tahun 2012. Selain akan ada renovasi, gubernur pun berharap museum dipenuhi dengan berbagai kegiatan.

Hal itu dilakukan, agar masyarakat lebih tahu tentang museum.

"Saya ingin museum dipenuhi berbagai kegiatan setiap minggunya, salah satunya dengan pameran karya masyarakat. Saat ini tengah dipamerkan foto para mantan gubernur Jabar bersama asesorisnya Jabar Dalam Lintas Sejarah," ujar Heryawan.

Sementara Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan Jabar, Nunung Sobari menyebutkan, rehab auditorium museum akan segera dilakukan karena DED sudah ada. "Rencananya akan dinaikkan atap auditorium sehingga bisa menjadi ciri dari museum, tinggal menunggu pemenang lelangnya," ujar Nunung.

Tokoh Sunda Tato Brajamanggala, mengatakan masyarakat Sunda sangat bangga menjadi keturunan Siliwangi, tapi kurang memberikan penghargaan kepada leluhurnya. "Salah satu bukti museum Sri Baduga sangat kumuh dan kurang terawat, padahal menggunakan nama Sri Baduga. Karena itu, Tato meminta gubernur memperhatikan museum sebagai etalasi budaya Jabar. "Tanpa dukungan pemerintah, semua ini tidak akan berdampak pada masyarakat. Pemerintah tetap menjadi harapan masyarakat," ujar Tato.

Apa acara yang juga dihadiri pejabat dan karyawan di jajaran Disparbud Jabar, sejumlah seniman dan budayawan juga turut menghadiri acara tersebut. Tampak hadir, Memet Hamdan, Indrawati Lukman, Yayat Hendayana, AS Hermawan, Abdullah Mustofa, Hilwan Saleh dan hadir pula seniman budayawan Acep Zam Zam, Imansolleh, Ety RS serta undangan lainnya, Ahmad Heryawan berkesempatan duet bersama istrinya, Netty Heryawan melantunkan tembang, “Lain Tibaheula” milik Hetty Koes Endang dan “Damai Bersamamu” milik Alm. Crisye. (A-87/A-26).***

Baca Juga

Pentas Teater Ramaikan Pekan Frankofon

SENI BUDAYA

BANDUNG, (PRLM).- Apa itu Frankofon?

Okky Madasari dan Sastra Penggugah Kesadaran

SENI BUDAYA

JAKARTA, (PRLM).- Okky Madasari, penulis novel dan pemenang penghargaan sastra Katulistiwa 2012 melalui novelnya yang berjudul Maryam, dikenal melalui karya-karyanya yang sarat kritik sosial.

Kerajaan Belanda Kembalikan Lukisan Jarahan Nazi

SENI BUDAYA

AMSTERDAM, (PRLM).- Keluarga kerajaan Belanda mengatakan akan mengembalikan sebuah lukisan koleksinya yang dulu dicuri Nazi pada masa Perang Dunia II.

Lukisan karya Joris van der Haagen itu dibeli mendiang Ratu Juliana dari seorang pedagang seni pada tahun 1960.

Kain Tenun Lombok, Tradisi untuk Topang Ekonomi Keluarga

SENI BUDAYA

LOMBOK TENGAH, (PRLM).- Ernawati, penduduk Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, sibuk menyelesaikan sepotong kain tenun motif ikat. Selama sekitar satu jam dia hanya dapat menyelesaikan tenunan sepanjang kurang dari dua centimeter.