Dugaan Pungli Warnai Rencana Rotasi dan Mutasi Kepala SD, SMP, dan SMA/Sederajat

PENDIDIKAN

SUMEDANG, (PRLM).- Rencana rotasi dan mutasi para kepala sekolah (kepsek) SD, SMP dan SMA/sederajat di Kab. Sumedang, diduga diwarnai pungutan liar (pungli) hingga puluhan juta rupiah.

Pungli tersebut disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) di tingkat kecamatan.

“Ada beberapa calon kepsek yang mengeluhkan kepada kami tentang pungli menjadi kepsek. Mereka mengatakan, untuk menjadi kepsek saja harus menyediakan uang Rp 35 juta. Keluhan ini, di antaranya disampaikan sejumlah kepsek di daerah Sumedang wilayah barat. Kami sudah melaporkan keluhan para calon kepsek ini kepada kantor Inspekstorat Kab. Sumedang,” ujar Ketua LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi Sumedang (Baraks) A. Tarkana di Sumedang, Selasa (28/8).

Menurut dia, meski keluhan calon kepsek korban pungli yang dilaporkan itu hanya sampel beberapa orang saja, namun disinyalir pungli tersebut dilakukan kepada semua calon kepsek yang akan menjadi kepsek sebanyak 264 orang.

Pasalnya, sejumlah calon kepsek yang mengeluh itu, mengatakan bahwa pungli itu pun dikenakan kepada calon kepsek lainnya yang telah menjalani diklat pemantapan calon kepsek di Garut, bebarapa waktu lalu.

“Nah, para calon kepsek yang mengikuti diklat di Garut sebanyak 264 orang. Diklatnya sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu atau seminggu di bulan puasa. Para calon kepsek tersebut, kini tengah menjalani magang di sejumlah sekolah,” kata A. Tarkana.

Lebih jauh ia mengatakan, besaran punglinya kisaran dari Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per orang. Tindakan itu disinyalir dilakukan oleh oknum petugas UPTD dan pengawas Disdik di tingkat kecamatan.

Namun, oknum petugas berdalih pungli tersebut diduga “dikondisikan” oleh Disdik. “Pungli itu sudah terjadi. Bahkan hampir semua calon kepsek sudah dipungut oleh oknum petugas tersebut,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi usai Halalbihalal di lingkungan Disdik Kab. Sumedang di Islamic Center Sumedang, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab. Sumedang, Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si., membantah dugaan pungli terhadap para calon kepsek tersebut.

“Dugaan itu harus diteliti lagi, dan kita harus memiliki praduga tak bersalah. Tidak ada pungutan yang diambil oleh saya. Silakan cek ke lapangan! Apakah ada pungutan yang diambil oleh saya? tidak ada,” ucap Sanusi Mawi menegaskan seraya buru-buru masuk ke dalam mobil dinas.

Menyinggung tentang rencana rotasi dan mutasi para kepsek, ia membenarkan bahwa ada sekitar 200 orang lebih kepsek yang akan dirotasi dan mutasi. Daftar kepsek tersebut akan segera diusulkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Sumedang. “Prosesnya, para kepsek sudah mengikuti dikat. Untuk magangnya, belum,” katanya dengan singkat. (A-67/A-89)***

Baca Juga

Ribuan Siswa Ikuti Gebyar Aksi

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).- Ribuan siswa SMA dan SMK se-Kab. Bandung mengikuti gebyar aksi di Lapangan Upakarti komplek Pemkab Bandung, Minggu (7/6/205). Acara diisi dengan jalan santai dan aksi kebersihan, musik, dan komunitas kegiatan remaja seperti sepeda BMX dan skateboard.

Ir. Harsoyo Tawarkan Ilmu Hukum Kepada Khalayak

PENDIDIKAN
IR. Harsoyo, MSc, PhD mengatakan ideologi seseorang akhirnya berpengaruh terhadap cara pandang terhadap kasus.*

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sebagai ahli teknik, Ir. Harsoyo, MSc, PhD rela menawarkan ilmu hukum kepada khalayak. Tindakannya keluar dari “sangkar” keilmuannya, dilatari oleh jabatannya sebagai rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta (2014-2018).

Siswa SD Ashfiya Tampilkan Permainan Angklung

PENDIDIKAN
SISWA-siswi SD Ashfiya Riung Bandung menampilkan permainan angklung dalam pentas seni di sekolah setempat, Kamis (11/6/2015).

Kreativitas Mahasiswa Membuat Robot Perlu Pengembangan Lebih Lanjut

PENDIDIKAN

YOGYAKARTA, (PRLM).- Kreativitas aneka ragam robot oleh para mahasiswa memerlukan pengembangan lanjut terutama dari segi fokus orientasi fungsi robot bagi misi sosial-kemanusiaan (social robotics), seperti membantu penyandang cacat atau difabel.