Headlines

Kesultanan Kanoman Cirebon Siap Memediasi Warga Antardesa Yang Terlibat Tawuran

HANDRIANSYAH/"PRLM"
HANDRIANSYAH/"PRLM"
WARGA mengikuti doa dan dzikir bersama keluarga Keraton Kanoman di Astana Gunung Sembung (Situs Makam Sunan Gunung Jati), Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/8).*

SUMBER, (PRLM).- Kesultanan Kanoman Cirebon siap membantu aparat desa di wilayah yang rawan tawuran antar warga, jika diminta sebagai mediator. Meski demikian, pihak kesultanan berharap aparat desa berupaya lebih maksimal, mengingat mereka sebagai pihak terdekat yang sudah selayaknya memahami kondisi masyarakat di lingkungannya.

Sekretaris dan Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan, tawuran antar warga desa yang terjadi beberapa waktu terakhir hanya bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama.

“Setiap tawuran pasti ada masalah yang jadi penyebab. Kalau berembuk pasti masalahnya bisa diketahui dan diselesaikan bersama,” katanya seusai gelaran Grebek Syawal Keraton Kanoman 1433 H. di Situs Makam Sunan Gunung Jati, Astana Gunung Sembung, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/8).

Menurut Arimbi, aparat desa dari mulai Kuwu hingga mandor memegang peranan penting untuk mencegah terjadinya tawuran antar warga. Pasalnya, merekalah yang paling paham mengenai kondisi warga mereka sendiri. Untuk itu, mereka harus berupaya lebih maksimal dalam perannya sebagai mediator.

Sejauh ini, Arimbi mengaku belum ada permintaan kepada pihak keraton untuk membantu proses mediasi dari desa-desa yang warganya sering terlibat tawuran. Namun jika diminta, pihak Keraton Kanoman mengaku siap dan bersedia dilibatkan.

Sementara itu berdasarkan pengamatan “PR”, prosesi Grebek Syawal Keraton Kanoman Cirebon berlangsung cukup lancar dan meriah. Sejak pagi dan bahkan sehari sebelumnya, ribuan warga dari kawasan Cirebon dan sekitarnya sudah memadati kawasan Astana Gunung Sembung di mana terdapat makam Sunan Gunung Jati.

Ribuan warga yang tumpah ruah di Astana Gunung Jati tetap khusuk mengikuti semua prosesi doa dan tahlil bersama-sama Sultan Kanoman, Gusti Sultan Raja Mochammad Emirudin dan segenap keluarga keraton lainnya. Antusiasme warga terlihat sejak Sultan Emirudin memasuki Kori Gapura hingga pintu ke-9 di kompleks makam yang pada hari biasa tertutup untuk umum.

Meski harus berdesak-desakan, warga yang berasal dari berbagai daerah itu terlihat tertib dan damai. Sesuai dengan tujuan dari Grebek Syawal untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar umat muslim. Kondisi yang bertolak belakang dengan peristiwa tawuran di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon selama Ramadan dan beberapa hari pascalebaran. (A-178/A-89)***

Komentari di Facebook !