Harga Sewa Rumah dan Penginapan di Pantai Pangandaran Naik

JAWA BARAT

CIAMIS, (PRLM).- Dibanjiri pengunjung, harga penginapan dan sewa rumah di objek wisata Pangandaran mengalami kenaikan. Selain itu, kemacetan pun menyergap di jalur objek wisata tersebut. Kendati demikian, kenaikan harga itu tak menyurutkan minat wisatawan untuk berlibur.

Jajang (30), warga Bandung mengaku baru tiba di Pangandaran, Selasa (21/8). Ia dengan sejumlah anggota keluarga lainnya sengaja memilih Pangandaran untuk berwisata setelah bersilaturrahmi mengunjungi sanak keluarga.

"Kami tahu kalau libur seperti ini pasti padat sekali dan ongkos pada naik. Tapi, kan sekarang itu momentum yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga sambil liburan," ujarnya, Selasa (21/8).

Diakuinya kepadatan pengunjung pada Lebaran tahun ini menyebabkan harga sewa penginapan naik. Selain itu, ia pun kesulitan untuk mendapatkan kamar kosong.

Ia mencontohkan tarif sewa penginapan yang biasanya dipatok Rp 150.000 per malam kini naik menjadi Rp 300.000. Begitu pula dengan harga sewa rumah penduduk yang kerap menjadi alternatif lain bagi para pengunjung.

"Sewa rumah yang biasanya Rp 500.000 per malam saat ini naik jadi Rp 700.000 per malam. Bahkan, ada yang mencapai jutaan. Tadi saya sudah keliling nyari penginapan tapi ternyata pada penuh," katanya.

Kondisi serupa dipaparkan Iman (32) warga Tasikmalaya. Ia yang datang bersama beberapa anggota keluarganya sejak kemarin mengaku tak kaget dengan kenaikan harga yang terjadi. Pasalnya hal itu lumrah setiap liburan.

"Semua pada naik, tapi kalau buat keluarga lebih enak menyewa rumah penduduk. Karena selain lebih murah juga lebih nyaman untuk keluarga karena tidak harus berbagi dengan tamu yang lain," ucapnya.

Membludaknya jumlah wisatawan menyebabkan jalur utama di objek wisata tersebut mengalami kepadatan. Jalur yang masih terlalu sempit serta banyaknya pejalan kaki membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

"Kalau bisa jalannya diperlebar karena sudah tidak memadai lagi kalau lagi musim liburan seperti ini. Pangandaran harus lebih benahi," ucap Lilis, warga Bekasi.

Paur Human Polres Ciamis Ipda Iis Yeni Idaningsih menuturkan peningkatan volume kendaraan menuju Pangandaran mulai terlihat meningkat sejak Selasa (21/8) pukul 06.00 WIB. Diperkirakan peningkatan mencapai 50 persen.

"Dari hasil pemantauan petugas, mulai terjadi peningkatan pada hari ini. Kepadatan sudah mulai terlihat dari daerah Babakan," ucapnya. (A-188/A-89)***

Baca Juga

Hindari Jalur Cianjur-Sukabumi Via Warungkondang, Pekan Ini Diperbaiki

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Masyarakat yang hendak menuju Cianjur dari arah Sukabumi diimbau tidak melalui jalur utama, Warungkondang. Mulai pekan depan, jalur belasan kilometer itu akan dilakukan perbaikan. Dengan anggaran Rp 12,5 miliar, perbaikan jalan ditaksir akan memakan waktu selama tiga bulan.

Kesal Harga Anjlok, Petani Biarkan Tomat Membusuk

JAWA BARAT
TANAMAN tomat milik petani di Desa Sanghiang, Kecamatan Argapura dibiarkan pemiliknya tidak dipanen karena harga tomat anjlok hingga mencapai Rp 300 per kg. Akibat murahnya harga tomat petani menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Para petani tomat di Kecamatan Lemahsugih dan Argapura mengeluhkan hancurnya harga yang sudah berbulan-bulan. Akibat hal tersebut mereka menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah karena tomat terpaksa tidak dipanen dibiarkan membusuk di pohon.

Rumah Terbakar Renggut Korban Jiwa

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Kebakaran yang terjadi di Desa Dayeuhkolot Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang, Selasa (4/8/2015) pukul 00.15 WIB merenggut satu korban jiwa.

Sejarawan dan Budayawan Sumedang Usulkan Penggantian Nama Bundaran Polres

JAWA BARAT
Sejarawan dan Budayawan Sumedang Usulkan Penggantian Nama Bundaran Polres

SUMEDANG, (PRLM).-Sejarawan dan budayawan Sumedang mulai mengajukan usulan untuk perubahan nama bundaran polres di Kecamatan Sumedang Selatan yang kini masih tahap pembangunan.