Sabtu, 25 May, 2013

Lebaran Hari Kemenangan Bong Supit

MUKHIJAB/"PRLM"
MUKHIJAB/"PRLM"
Anung Kusumobroto, empu dari Bong Supit Pak Darmo, Yogyakarta

YOGYAKARTA, (PRLM).- Lebaran tidak hanya mencerminkan kemenangan shoimin (orang-orang berpuasa). Hari libur Islam ini juga bagian dari kemenangan yang diraih bong supit alias rumah sunat. Tradisi kaum Muslim, menyunatkan anak-anaknya pada hari libur, termasuk libur Lebaran.

“Lebaran seperti hari libur sekolah lainnya, anak-anak yang sunat selalu banyak,” kata Anung Kusumobroto, empu dari Bong Supit Pak Darmo. Empu merupakan sebutan dari ahli sunat di bong supit ini.

Ditemui di sela melayani pasien, Anung menggambarkan libur sekolah menjadi hari yang sibuk bagi empu di bong supit. Anak-anak sekolah dasar (SD) kebanyakan memanfaatkan waktu libur untuk sunat. Dia mencontohkan liburan akhir tahun ajaran 2011-2012 yang jatuh pada akhir Juli 2012, sekitar 600 anak disunat atau per hari mencapai 50 anak disunat. “Usai Lebaran, anak-anak sunat banyak lagi, mereka biasanya mulai mengantri pada H+3 Lebaran.”

Ada beragam bong supit di Yogyakarta selain Bong Supit Pak Darmo di Jalan Pasarean, Kotagede. Yang terkenal di antaranya Bong Supit Bogem Jalan Raya Kalasan, Prambanan. Bong Supit Pak Darmo dikenal banyak menyunat tokoh nasional pada zamanya, sementara Bong Supit Bogem banyak menyunat pangeran-pangeran Kraton Yogyakarta. Tradisi Bong Supit Bogem tersebut berkaitan dengan sang pendiri, Raden Ngabehi Notopandoyo, sebagai kerabat kraton. Tak mengherankan, Bong Supit terkenal biasanya eksis dan berdiri puluhan tahun silam. Bong Supit Pak Darmo misalnya, berdiri 1930 sehingga juru supitnya sudah turun ke generasi ke tiga atau cucu.

Sistem sunat tidak lagi hanya tradisional, sistem Kedokteran/sunat modern diterapkan sejalan dengan berkembangnya teknologi kedotran dan regenerasi petugasnya/empu. Misalnya pasien disuntik bius sebelum sunat, pemotongan “burung” dengan perangkat laser.

Ruang sunat tidak kumuh, tempat tidur layaknya bad tidur di rumah sakit, ruang berpendingin, dan pakaian juru sunat seragam khusus mirip dokter. Bahkan, Bong Supit Pak Darmo memiliki sejumlah perawat yang melakukan home care atau kunjungan perawatan di rumah bagi anak pasca disunat.

Tarif sunat pun menyesuaikan teknologi dan jenis layanan. Bong Supit Suryono Suryo Husono di Pundong, Tirtoadi, Mlati, Sleman, memasang tarif berdasarkan kelas, kelas I tarif Rp 350 ribu, kelas II Rp 300 ribu, dan kelas III Rp 250.000. Bong Supit Pak Darmo menerapkan kelas VIP Plus dengan tariff Rp 800 ribu, VIP Rp 600 ribu, kelas 1 Rp 400 ribu. “Perbedaan tarif mengacu kualitas obat, tarif tertinggi otomatis kualitas obat terbaik,” kata empu Anung Kusumobroto. Bong Supit umumnya merujuk tata cara sunat dalam ajaran Islam. Ketika mereka melaksanakan sunat, juru sunat membacakan kalimat toyibah tertentu. Juru supit Pak Darmo membacakan syahadat, alfatihah, dan doa lain yang diucapkan secara siri atau samar.

Menurut Anung Lebaran hari kedua dan seterusnya biasanya pasien mengantri seperti hari libur lain. Pada tahun sebelunya, anak sunat mencapai 600 anak dalam waktu seminggu. “Setiap hari libur, anak-anak memanfaatkan kesempatan sunat, termasuk hari libur Lebaran,” ujar dia. (A-84).***

Alhamdulillah wa

Anonymous's picture

Alhamdulillah wa syukrurillah...
Semoga anak2 yang di sunat / khitan nawaitunya untuk menyempurnakan dalam memeluk ajaran Islam, disamping untuk menjaga kesehatannya sendiri.
Dengan banyaknya anak2 yang ingin di khitan pada waktu liburan sekolah, tentunya para Empu & para perawat " home care " harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Jangan mengecewakan orangtua & anak yang di khitan, apalagi merusak nama baik Bong Supit " Pak Darmo " yang sudah melegenda di Kotagede dan sekitarnya. Tidaklah berlebihan kiranya agar para Empu selalu ber inovasi dengan menyesuaikan perkembangan teknologi & obat2an masa kini. Sehingga bisa menemukan cara yang terbaik dan tercepat, terbaik dalam pelayanan & penanganan khitan dan tercepat untuk kesembuhan si anak yang di khitan.
Khitan seumur hidup hanya sekali, pastilah akan menjadi kenangan yang tak terlupakan khususnya bagi anak yang di khitan & orangtuanya. Untuk itu perlu difasilitasi ruang / space untuk pengambilan gambar / foto.
Mudah2an Bong Supit Pak Darmo semakin berjaya & semakin melegenda dihati masyarakat Kotagede khususnya dan masyarakat Jogjakarta pada umumnya...

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR