Gamelan Sekaten Bakal Dibunyikan Usai Salat Ied
CIREBON, (PRLM).-Gamelan Sekaten bakal dibunyikan seusai Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, melaksanakan salat Ied di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, Minggu (19/8) besok.
Gamelan yang sudah berumur lebih dari 600 tahun itu, hanya dua kali dibunyikan dalam setahun, yakni saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha, seusai sultan salat Ied.
Sembilan nayaga bakal memainkan gending-gending klasik seperti kodok ngorek, sekatenan dan bango butak, sembari mengiringi warga Cirebon
bersilaturahim dan sungkem dengan sang Sultan.
Menurut Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, gamelan sekaten akan dibunyikan sekitar pukul 7.30 WIB.
"Pukul 6.30 kami sekeluarga menuju Mesjid Agung Keraton Kasepuhan, untuk sholat Ied. Seusai kami salat Ied itulah, gamelan sekaten dibunyikan," katanya Sabtu (18/8).
Menurut Arief, sultan dan keluarga, salat Ied dua kali, yakni di Langgar Agung, dengan khutbah berbahasa Arab dan di Mesjid Agung dengan khutbah berbahasa Indonesia.
Agenda 1 Syawal di Keraton Kasepuhan, dimulai pukul 5.45 WIB penghulu dan khatib agung menjemput sultan dan keluarga. Pukul 5.55 WIB sultan dan rombongan menuju Langgar Agung dengan membawa cis atau tongkat khotbah Sunan Gunungjati.
"Pukul 6.10 WIB sholat Ied dan kotbah berbahasa Arab di Langgar Agung Keraton Kasepuhan," katanya.
Pukul 6.30 WIB, Sultan Sepuh menuju Mesjid Agung keraton, untuk Sholat Ied dan khotbah berbahasa Indonesia.
Pukul 6.30 WIB menata masakan di dapur keraton untuk dikirim ke makam Astana Gunungjati dan mesjid-mesjid. "Barulah pukul 7.30 WIB, gamelan sekaten dibunyikan," katanya. (A-92/A-89)***
Post new comment