Minggu, 19 May, 2013

Perusahaan Cina Halangi Kampanye Anti-Rokok

BEIJING, (PRLM).- Sebuah studi baru menyatakan, Cina merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Para analis mengatakan, usaha untuk menghentikan kebiasaan itu dihalangi oleh perusahaan-perusahaan rokok milik negara.

Jurnal medis Lancet yang berbasis di Inggris, Jumat mengatakan dalam laporan mengenai tingkat merokok dunia bahwa jumlah perokok di Cina mencapai 300 juta orang – atau sekitar 28 persen dari jumlah penduduknya – meskipun kini ada larangan merokok di tempat umum.

Penulis utama studi itu, Dr. Gary Giovino, mengatakan, perusahaan-perusahaan rokok milik pemerintah Cina, yang merupakan sumber penting pendapatan negara, bahkan mendorong kebiasaan buruk itu hingga ke sekolah-sekolah dasar. Kata Giovino, perusahaan-perusahaan itu banyak mendukung program sekolah-sekolah sambil mempropagandakan rokok.

Studi Lancet mengatakan, pemanfaatan tembakau di berbagai penjuru dunia sangat dipengaruhi lobi pro-tembakau.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan, enam juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang terkait dengan rokok. Satu juta kematian diantaranya terjadi di Cina. (voa/A-26)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR