Bjork Dukung Pembebasan Anggota Band Pussy Riot

REUTERS/"PRLM"
REUTERS/"PRLM"
PENYANYI dan penulis lagu dari Islandia, Bjork.*

MOSKOW, (PRLM).- Penyanyi dan penulis lagu dari Islandia, Bjork, bergabung dengan para pendukung grup band Pussy Riot serta menyatakan dukungannya untuk pembebasan tiga anggota grup band yang ditahan tersebut.

Anggota band Rusia beraliran punk itu, berumur antara 20-30 tahun, menghadapi tuntutan tujuh tahun penjara jika terbukti atas dakwaan hooliganisme dalam penampilannya pada Februari di Katedral Savior di pusat kota Moskow untuk meminta Perdana Menteri Vladimir Putin mundur.

"Sebagai musisi dan seorang ibu, saya ingin menyampaikan bahwa saya sangat tidak setuju jika mereka dipenjara karena unjuk rasa damai yang mereka lakukan," tulis Bjork dalam laman resminya, Jumat.

"Mereka sedang menjalani persidangan dan menghadapi (tuntutan) tujuh tahun penjara karena ini ... menurut saya, pemerintah Rusia harus memulangkan mereka ke rumah, ke keluarga dan anak-anak mereka...," kata Bjork.

Bjork juga mengajak Pussy Riot untuk manggung bersama menyanyikan lagu "yang ditulis untuk meningkatkan keadilan." Bjork bergabung dengan para selebriti dunia yang mendukung Pussy Riot seperti Madonna, Sting, Red Hot Chili Peppers, sutradara film Terry Gilliam, penulis lagu Peter Gabriel, dan aktor Danny DeVito.

Kasus Pussy Riot itu telah memecah masyarakat Rusia yang sebagian mengatakan hukuman itu harus keras sementara yang lain mengatakan anggota band itu hanya melanggar etika sehingga tidak perlu dikenai hukuman penjara.

Sidang Pussy Riot yang dipublikasikan secara besar-besaran berakhir pada Rabu di Moskow. Para terdakwa mengakui bahwa penampilan mereka merupakan "kesalahan etika," namun mengaku tidak bersalah atas dakwaan hooliganisme.

Putusan akan diumumkan pada 17 Agustus mendatang. (A-88/rianovosti)***

Komentari di Facebook !
Customize This