Nanang Sudjana: PBB dan Persib 1933 Salah Paham
BANDUNG, (PRLM).- Anggota Dewan Penasihat Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Bandung, Nanang Sudjana mengatakan kesalahpahaman yang terjadi antara PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) dengan PT. Persib 1933 harus segera diselesaikan untuk menghindari kerusakan nama besar Persib Bandung.
“Ini bukan kisruh, saya rasa hanya ada salah pengertian saja antara PT. Persib 1933 dengan lima orang perwakilan ke-36 Persatuan Sepakbola (PS). Makanya, hal ini harus segera diluruskan. Saya yakin, kedua belah pihak sama-sama ingin membangun Persib lebih baik lagi,” ujar Nanang saat dihubungi “PR” via telefon selulernya, Jumat (10/8) malam.
Menurut dia, adanya PT. Persib 1933 bukanlah hal yang harus dianggap sebagai “Persib Tandingan”. Pendirian tersebut, ujar Nanang, mungkin karena ada keinginan mereka yang tidak tersampaikan atau dirasa belum terakomodasi dengan baik oleh kelima orang yang dulunya ditunjuk 36 PS sebagai perwakilan pemilik 30 persen saham di PT. PBB.
“Pak Zainuri, pak Yoyo, pak Iwan, pak Umuh, dan pak Kuswara sebaiknya meminta pak Dada untuk menjembatani perbedaan pengertian ini. Soalnya, pak Dada kan dulu sebagai mandataris ke-36 PS itu untuk menunjuk orang yang akan mewakili PS dalam kepemilikan saham bersama itu,” kata dia menjelaskan.
Nanang menegaskan, jika pertemuan kedua belah pihak tersebut segera dilakukan, perbedaan pendapat ini akan segera terselesaikan. Ini penting, mengingat penyelesaian masalah yang nantinya kemungkinan akan disepakati bersama, akan menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Hade ku omong, goreng ku omong. Diuk babadamian,” ucapnya.
Seperti diberitakan “PRLM” sebelumnya, 30 persen kepemilikan saham PT. PBB dimiliki oleh lima orang yang dulunya ditunjuk mandataris 36 PS, Dada Rosada. Kelima orang tersebut ialah Zainuri Hasyim (156 lembar), Umuh Muchtar (108 lembar), Kuswara S Taryono, Yoyo S Adiredja, dan Iwan D Hanafi masing-masing 12 lembar. Sementara, 70 persen (700 lembar) sisanya dimiliki PT. Surya Eka Persada sebagai mayoritas pemegang saham.
“Jika nantinya kepemilikan 30 persen saham mungkinn akan diberikan kepada 36 PS, itu bisa saja. Tinggal lakukan saja penghitungan dan mekanismenya bagaimana. Yang terpenting, semua pihak yang terlibat, silakan segera lakukan pertemuan untuk membahas kesalahpahaman ini. Pak Dada, sosok yang tepat untuk menjembatani dua kubu ini,” katanya.
Kendati demikian, jelas Nanang, keputusan atau kesepakatan apapun yang nantinya akan diambil sebagai solusi permasalahan, hal itu harus demi kebaikan “Maung Bandung”. Pada pertemuan nanti, semua pihak pasti akan terbuka dan mengutarakan keinginan satu sama lain, beber Nanang. “Sudahlah, permasalahan ini saya yakin hanya salah pengertian saja. (A-200/A-26)***
Bener tah, bambang sukowiyono
Bener tah, bambang sukowiyono teh bwhan johar..tiawal munculna laku lampahna..sok dibrwsing timimiti munculna bambag suko emang rek ngacaukeun persib..tibaheula emang geus niat nyieun persib tandingn..trs diangkt ku johar sbg pjbt smntara PSSI jabar sampe akhrna jd ketua PSSI jabar..
Ada hal yang mengganjal
Ada hal yang mengganjal tentang keberadaan PT.Persib 1933
1. Kenapa harus menggunakan mendirikan PT.Persib 1933 jika tujuannya untuk aspirasi 36PS? sudah jelas yang namanya PT didirikan untuk mencari untung bukan menyampaikan aspirasi, mending bikin Partai aj jika tujuannya untuk menyampaikan aspirasi.
2. PT.PBB telah dikelola secara profesional dan telah memperoleh status badan hukum PT. Jika sudah PT maka yang berlaku adalah UU nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. dalam undang-undang ini pemegang saham adalah pihak yang telah menyetorkan dana. Persib 1933 berbicara tentang 30% saham yang didasarkan pada kontribusi selama bertahun2, tapi kontribusi tetap tidak bisa dinilai dengan uang, ketika sudah menjadi PT, jumlah dana yang disetor kepada perusahaan mutlak menjadi acuan jumlah saham yang dipegang.
3. Jika ingin jumlah saham yang lebih dari 30%, gampang tinggal beli saja dari pemegang saham lain. mis dari PT. Surya Eka Persada. (beli-nya pake uang bukan pake kontribusi puluhan tahun.)
satuju....
satuju....
70 persen dikuasai antek2
70 persen dikuasai antek2 Bakri memalui PT Surya Eka...
ah saya mah ngarasa aneh,
ah saya mah ngarasa aneh, sayah bukan pendukung bakri, tapi kunaon bakri meni sering pisah dihujat ? kasalahan bakri teh naon ? korupsi ti PSSI ? rasana mah teu mungkin justru sabaliknya....cik saha nu ngamodalan PSSI jaman tahun katukang ? primavera, bareti, SAD Indonesia, Brisbane Roar, CS VIse ? menang saha eta ? loba pamaen lulusan primavera, bareti, atawa SAD nu geus ngabela timnas Indonesia, inget keneh meureun ka Kurniawan, Anang Maruf, Charis Yulianto, Indriyanto Nugroho, Kurnia Sandy, Bima Sakti, Syamsir Alamsyah jeung loba deui nu lainna ? Sabalikna kuring nanya ? naon prestasi PSSI Jaman ayeuna ? ku Bahrain Eleh 10-0, ku Brunei wae eleh, ku Malaysia ? ah era nyebutkeunna ge...Persatuan Sepakbola Seuruh Indonesia ancur lebur, aya prestasi ngan saukur memecah belah klub sepakbola jiga Arema, Persija, PSMS.....sigana sakeudeung deui ge Persib jadi dua, gara - gara aya segelintir jelema jiga Bambang Sukowiyono. Saha Bambang Sukowoyono teh ? memang urut pamaen Persib, tapi ayeuna jadi Ketua Pengda PSSI jieunan sang Profesor. Saha Profesor teh ? ah maenya teu uninga ? Djohar Arifin H....saha Djohar Arifin H teh ? nyaeta nu ngahancurkeun tatanan sepakbola Indonesia, nu nyieun Persija jadi dua, Arema jadi dua PSMS jadi dua, maenya Persib ge rek dijadikeun dua ? rela teu dulur - dulur ???
ongkoh lain pndukung bakri
ongkoh lain pndukung bakri tapi apal kana jasa bakri?? emang jaman bakri prestasi naon? ges pernah juara timnas event naon?. cik anu realistis,,persib anu ayeuna sok meulian wae pamaen ti luar PS persib..jadi wajar aya kakesel ti PS Persib.buktina persib junior juara ..mana dipake te para pemaena? rata2 kalahka meuli ti luar..gonta ganti pelatih...anu jeals mah kudu diganti umuh lain palatih.
Post new comment